BACH siap melantai di BEI setelah resmi memasuki masa penawaran awal (book building) pada 22-24 Juni 2026. BACH sebagai perusahaan distributor sekaligus penyewaan genset ini siap melantai di BEI dengan menawarkan saham terjangkau. Bahkan, di momen peluncuran perdana harganya mulai dari Rp400 hingga Rp500 saja.
Baca Juga: Saham SpaceX Anjlok Hampir 5%, Reli Pasca-IPO Akhirnya Terhenti
Melalui Initial Public Offering (IPO), perusahaan berpotensi menghimpun dana hingga Rp307,5 miliar dari pasar modal. Kehadiran BACH di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentu menarik perhatian banyak investor. Apalagi perseroan tersebut juga memiliki hubungan afiliasi dengan grup usaha besar Djarum.
BACH Siap Melantai di BEI dengan Tawarkan Ratusan Juta Saham
Dalam aksi korporasinya, BACH menawarkan sebanyak 615 juta saham baru. Nilai ini setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan rentang harga Rp400 hingga Rp500 per saham, perusahaan berpeluang memperoleh dana segar antara Rp246 miliar hingga Rp307,5 miliar. Tujuan penggunaan dana nantinya untuk memperkuat bisnis.
Setelah IPO berlangsung, struktur kepemilikan saham akan mengalami penyesuaian signifikan. Di mana pihak pemegang saham utama nantinya tetap mempertahankan posisi pengendali. Meski begitu persentase kepemilikannya tentu saja terdilusi seiring dengan masuknya investor-investor publik.
Jadwal IPO mulai dari masa penawaran awal pada 22-24 Juni 2026. Kemudian masuk ke tanggal efektif 29 Juni 2026. Sementara masa penawaran umum sekitar 1-3 Juli 2026. Nantinya penjatahan saham berlangsung pada 3 Juli 2026. Tak berhenti di sana, ada distribusi saham elektronik tanggal 6 Juli 2026. Baru setelah itu pencatatan saham resmi BACH di BEI pada 7 Juli 2026.
Fokus Bisnis Genset dan Infrastruktur Telekomunikasi
BACH Multi Global sendiri mulai berdiri pada 2006 dan menjalankan dua lini usaha utama. Pertama adalah penjualan serta penyewaan genset untuk berbagai kebutuhan industri maupun telekomunikasi. Perusahaan populer sebagai agen tunggal beberapa produk genset serta menawarkan berbagai pilihan mesin dari merek-merek internasional.
Baca Juga: Hatten Bali Tbk (WINE) Bidik Pertumbuhan 5 Persen di 2026, Siap Ekspansi Nasional ke Jakarta
Lini usaha kedua berjalan melalui anak perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Layanannya mencakup akuisisi lahan untuk menara telekomunikasi, pekerjaan sipil dan mekanikal, pembangunan jaringan serat optik, hingga pemeliharaan menara.
Saat kabar BACH siap melantai di BEI viral, perusahaan teridentifikasi telah menangani sekitar 41.000 site telekomunikasi. Semuanya tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Angka tersebut menunjukkan skala operasional yang cukup besar. Sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Kinerja Keuangan dan Kebijakan Dividen Menarik
Dari sisi fundamental, BACH mencatat pertumbuhan yang cukup impresif. Pendapatan perusahaan pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,73 triliun. Jumlahnya meningkat daripada periode sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,24 triliun. Tidak hanya pendapatan, laba tahun berjalan juga mengalami kenaikan signifikan hingga mendekati dua kali lipat.
Pertumbuhan laba yang kuat menunjukkan bahwa perusahaan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memanfaatkan peluang pasar yang tersedia. Total aset perusahaan juga mengalami peningkatan yang cukup besar dan telah melampaui Rp1 triliun. Sementara itu, ekuitas terus bertumbuh seiring dengan peningkatan kinerja usaha.
Menariknya, perusahaan juga memiliki rencana untuk membagikan dividen kas hingga maksimal 50% dari laba bersih setelah IPO. Kebijakan tersebut memang tetap bergantung pada kondisi keuangan dan kebutuhan ekspansi. Namun rekam jejak pembagian dividen dalam beberapa tahun terakhir menjadi nilai tambah bagi investor yang mencari potensi pendapatan pasif dari saham.
Baca Juga: Gebrakan Sejarah: IPO SpaceX Antarkan Elon Musk Menjadi Triliuner Pertama di Dunia
BACH siap melantai di BEI dengan membawa kombinasi bisnis unik. Dukungan basis pelanggan kuat, jaringan operasional luas, pertumbuhan laba tinggi, serta rencana jelas membuat IPO ini menarik. Upaya BACH siap melantai sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain penting di BEI. Utamanya di sektor distribusi genset dan layanan infrastruktur telekomunikasi yang memang masih cukup jarang tersedia. (R10/HR-Online)

6 hours ago
8

















































