Berawal dari Gerobak Sederhana, Cimol Bojot Garut Racikan Bi Entik Kini Jadi Buruan Artis

15 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Siapa yang tidak kenal dengan kuliner Cimol Bojot, jajanan khas Kabupaten Garut, Jawa Barat ini kini begitu populer di berbagai daerah.

Namun, di balik gurih dan pedasnya camilan ini, ada kisah perjuangan luar biasa serta pasang surut usaha dari sang pelopor, Entik (58). Bersama suaminya, Ibrahim (40), perempuan yang akrab dipanggil Bi Entik tersebut memulai meracik adonan tepung kanji ini pada tahun 2000 silam.

Berawal dari keterbatasan di sudut Kampung Bojot, Desa Situsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, kini usahanya berbuah manis hingga sukses memikat lidah para pesohor ibu kota.

Kisah sukses Bi Entik tidak datang begitu saja. Perjalanan bisnis kuliner ini berakar dari sebuah ketabahan. Puluhan tahun lalu, Bi Entik harus menghadapi kenyataan pahit ketika suami pertamanya meninggal dunia. Kehilangan pilar keluarga sempat membuatnya terpukul.

Namun, enggan menyerah pada keadaan, Bi Entik membulatkan tekad untuk menyambung hidup. Ia pun memutuskan untuk membuka usaha kecil-kecilan di kampung halamannya, Kampung Bojot.

“Awalnya mencoba peruntungan lewat camilan cimol. Waktu itu modal seadanya, yang penting bisa bertahan hidup setelah ditinggal almarhum suami,” kenang Bi Entik.

Seiring berjalannya waktu, takdir mempertemukannya dengan Ibrahim. Pasangan beda usia ini kemudian bahu-membahu mengembangkan usaha cimol tersebut hingga bertahan lebih dari dua dekade.

Baca Juga: Tangis Salah Seorang Orang Tua Murid di Balik Kebijakan Merger SDN 3 Sukahurip Garut

Rahasia Dapur Cimol Bojot Garut: Cabe Asli Tumbuk dan Wangi Bumbu Bawang

Apa yang membuat Cimol Bojot racikan Bi Entik begitu istimewa dibandingkan cimol pada umumnya? Kuncinya ada pada konsistensi rasa dan keaslian bahan baku. Jika cimol biasa umumnya disajikan dengan bumbu tabur instan, Cimol Bojot Bi Entik mempertahankan resep autentik.

Ciri khasnya terletak pada siraman minyak bawang yang melimpah serta taburan bumbu pedas yang terbuat dari cabai kering asli hasil tumbukan sendiri.

Kombinasi tekstur cimol yang kenyal, gurihnya minyak bawang yang pekat, serta sengatan pedas alami dari cabai tumbuk inilah yang membuat ketagihan. Kelezatan inilah yang kemudian membuat nama “Cimol Bojot” meledak di pasaran dan diadopsi menjadi nama varian cimol di berbagai kota.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Rebutan Lahan Parkir Minimarket di Garut, 4 Pelaku Berhasil Diringkus Polisi

Pasang Surut Usaha

Meski namanya sudah melegenda dan diadopsi di berbagai daerah, Bi Entik tidak menampik adanya dinamika pasang surut dalam roda usahanya. Menjamurnya roda-roda pedagang cimol tiruan dan perubahan daya beli turut memberikan dampak pada volume penjualan.

Bi Entik menceritakan, saat masa kejayaannya dulu, warung Cimol Bojot miliknya mampu menghabiskan adonan tepung kanji dalam jumlah yang sangat fantastis.

“Dulu, dalam satu hari saya bisa membuat adonan sampai satu kuintal setengah (150 kg). Sekarang, kondisinya sudah berbeda, paling hanya habis sekitar 30 sampai 40 kilogram saja per hari,” ungkap Bi Entik.

Meski terjadi penurunan omzet produksi yang cukup signifikan, wanita paruh baya ini enggan berkecil hati. Baginya, mempertahankan kualitas rasa di tengah gempuran zaman jauh lebih utama ketimbang sekadar mengejar kuantitas.

Berkat konsistensi rasa yang tidak pernah berubah sejak tahun 2000, eksistensi Cimol Bojot Bi Entik akhirnya tetap terendus oleh para konten kreator dan figur publik.

Warung sederhananya di Karangpawitan kerap didatangi oleh para pemburu kuliner digital, termasuk Tiktokerterkenal, Mang Eful. Tidak sampai di situ, kemasyhuran rasanya juga berhasil memikat istri dari komedian kondang Denny Cagur. Shanty, istri Denny Cagur itu sengaja datang langsung untuk meliput dan mencicipi langsung kelezatan kuliner legendaris ini.

Melihat usahanya yang kini dikenal luas bahkan namanya dipakai di berbagai daerah, Bi Entik mengaku tidak pernah menyangka. Rasa lelahnya selama puluhan tahun terbayar lunas dengan perhatian dan cinta dari para pelanggan.

Baca Juga: Desa Wanakerta Garut Tunggak Utang PBB 3 Tahun, Pemerhati Kebijakan Publik Menduga Ada Penggelapan Pajak

“Alhamdulillah, Gusti Allah parantos maparin rezeki (sudah memberikan rezeki). Sama sekali tidak menyangka dari yang awalnya jualan kecil-kecilan di kampung, sekarang bisa seramai ini. Sampai didatangi artis dan orang-orang kota,” tutur Bi Entik penuh syukur. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |