harapanrakyat.com,- Puluhan elemen buruh yang tergabung dalam Forum Solidaritas Buruh Kota Banjar menggelar aksi solidaritas. Mereka melakukan doa bersama dan tabur bunga di depan gerbang PT APL Kota Banjar, Jawa Barat.
Baca juga: Abaikan Aturan Jam Kerja dan K3, Pengawas Ketenagakerjaan Bakal Tegur PT APL Kota Banjar
Aksi yang berlangsung khidmat pada malam hari bertepatan dengan momen 1 Muharram. Ini juga merupakan bentuk keprihatinan sekaligus protes atas tewasnya seorang buruh akibat kecelakaan kerja pada 13 Juni 2026.
Doa untuk Korban Kecelakaan Kerja Buruh PT APL
Ketua Forum Solidaritas Buruh Kota Banjar, Endang Suprianto mengatakan, aksi ini dipicu oleh adanya indikasi faktor kelelahan yang dialami korban. Korban diduga mengalami kecelakaan saat membersihkan mesin glue.
“Kami dari Forum Solidaritas Buruh Kota Banjar mengadakan aksi solidaritas tabur bunga dan doa bersama perihal korban kecelakaan kerja atas nama Nanda Kiki dari PT Albasi Priangan Lestari yang meninggal dunia,” kata Endang, Senin (15/6/2026).
Menurut Endang, pihak organisasi buruh sebenarnya telah melayangkan kecaman dan menolak penerapan sistem kerja 12 jam di PT APL sejak 1 Mei 2026. Namun, aturan jam kerja tersebut dinilai masih terus dipaksakan. Akibatnya, hal ini berujung pada fatalitas keselamatan pekerja.
“Kami mengecam keras dan menolak kerja 12 jam kerja yang ada di PT Albasi ini. Namun sampai detik ini, sistem tersebut masih dipakai dan alhasil banyak kecelakaan kerja. Ujung-ujungnya kemarin tanggal 13 Juni 2026, ada korban bernama Nanda Kiki,” tegasnya.
Atas insiden maut tersebut, Forum Solidaritas Buruh mendesak pihak manajemen perusahaan dan dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi total.
Tuntutan Evaluasi Perusahaan
Ia menjelaskan, ada beberapa poin yang harus dievaluasi, di antaranya evaluasi K3, alat pelindung diri, hentikan aturan 12 jam.
Guna mengantisipasi kejadian serupa berulang, Endang menegaskan bahwa ke depannya organisasi buruh akan lebih intensif turun ke lapangan untuk melakukan kontrol sosial ke setiap perusahaan di Kota Banjar. Selain itu, pihaknya juga membuka pintu bagi para pekerja lain yang merasa haknya dilanggar untuk mengadu.
“Harapan saya, apabila kawan-kawan semua bekerja dan kelelahan, apalagi sistem kerjanya tidak sesuai undang-undang, silakan bicara dan obrolkan ke perusahaan. Kalau takut, kami di sini organisasi buruh siap menampung aspirasi kawan-kawan semua,” pungkas Endang.
Aksi solidaritas ini turut mendapat dukungan dan pengawalan dari berbagai elemen, termasuk Sarbumusi, organisasi PAKAR, serta perwakilan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Banjar. (Sandi/R6/HR-Online)

15 hours ago
5

















































