Cara Nigersaurus bertahan hidup mengundang rasa penasaran kalangan ilmuwan. Dinosaurus ini sendiri termasuk hewan herbivora yang ada di dataran rendah Afrika barat pada 105 juta tahun lalu saat periode Kapur Tengah. Untuk saat ini, wilayah tersebut sudah jadi Republik Niger.
Baca Juga: Dinosaurus Foskeia Pelendonum, Herbivora Mini Periode Kapur Awal
Hewan ini sendiri juga termasuk binatang pemakan tumbuhan paling efektif yang diketahui pernah berevolusi. Nama jenisnya sendiri merujuk pada negara yang jadi tempat penemuan fosilnya. Sementara untuk nama spesies taquet itu sendiri adalah orang pertama yang mengadakan ekspedisi paleontologi skala besar ke Niger.
Cara Nigersaurus Bertahan Hidup Lewat Giginya
Penemuan fosil hewan purba ini pertama kali terjadi pada tahun 1976. Dari penemuan tersebut, terungkap bahwa Nigersaurus terbilang unik sebab berbeda dengan hewan purba pada umumnya. Misalnya saja Tyrannosaurus rex yang terkenal sebagai predator dengan rahang kuat dan lincah untuk bertahan hidup.
Alih-alih memiliki karakteristik yang sama, Nigersaurus justru memiliki 500 gigi sebagai bekal untuk bertahan hidup. Gigi-gigi tersebut tersusun rapat dengan formasi yang terkenal sebagai baterai gigi. Gigi tersebut lantas membentuk permukaan pemotong yang lebar di depan rahang.
Saat gigi yang ada di bagian depan sudah mulai menipis lantatan pemakaian secara terus-menerus, maka gigi pengganti sudah tersedia di sisi belakangnya. Proses penggantian gigi ini berlangsung cepat sekitar tiap 2 minggu. Oleh karena itu, Nigersaurus tak pernah kesulitan untuk menyantap makanan sebagai cara bertahan hidup.
Mengenai cara makannya, pergerakan rahang hewan purba ini yakni dengan menggigit, bukan mengunyah. Hal ini membuat gigi atas maupun bawah jadi saling bergesekkan seperti halnya gunting. Keunikan gigi hewan purba ini pun tak bisa ditemukan pada spesies lainnya. Oleh sebab itu, tak sedikit orang yang menggunakan hal tersebut dalam mengenal hewan purba seukuran gajah dewasa ini.
Nigersaurus Sebagai Hewan Herbivora
Dengan struktur gigi yang unik, hewan purba ini termasuk herbivora. Dalam hal ini, hewan tersebut fokus pada vegetasi yang dekat dengan tanah. Saat menikmati makanannya, bentuk moncong hewan tersebut tampak lebar dan datar. Hal inilah yang membuatnya terkesan seperti mesin potong rumput alami.
Baca Juga: Dinosaurus Chilesaurus Diegosuarezi, Spesies Herbivora Berpenampilan Predator
Tak heran karena struktur giginya memungkinkan Nigersaurus untuk merumput secara cepat di areal yang luas sebagai cara bertahan hidup. Semakin mudah dalam menikmati makanannya karena kepalanya relatif kecil dengan ukuran leher tak terlalu panjang. Hewan purba ini pun bisa makan di posisi rendah tanpa banyak menggerakkan anggota tubuhnya.
Karena keunikan tersebut, hewan purba ini bisa menghindari persaingan secara langsung dengan jenis herbivora besar lainnya. Hal ini karena biasanya herbivora besar lebih suka memakan dedaunan tinggi. Dari sini bisa kita ketahui bahwa hewan purba tersebut memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan.
Nigersaurus Dijuluki Sapi Mesozoikum
Tak kalah penting untuk diketahui bahwa hewan purba ini ternyata mendapat julukan sebagai sapi Mesozoikum. Tak heran mengingat hewan ini memang lebih suka merumput di permukaan tanah. Misalnya saja horsetail.
Makanan tersebut memiliki kandungan kristal silika dengan sifat abrasif. Karena sifat inilah, makanan tersebut bisa mengikis gigi secara cepat. Namun hal tersebut tidak jadi masalah jika mengingat Nigersaurus memang bisa melakukan penggantian gigi dalam waktu singkat sebagai cara untuk bertahan hidup.
Karakteristik Nigersaurus
Hewan purba ini tidak hanya memiliki struktur gigi yang unik. Akan tetapi, nyatanya juga memiliki sejumlah karakteristik lainnya. Salah satunya dari tulang leher yang ternyata berongga dan penuh dengan kantung udara.
Karena karakteristik tersebut, hewan purba ini jadi lebih ringan. Hewan ini bisa meminimalisir beban ketika kepala ada di posisi rendah saat merumput. Lebih dari itu, hewan purba ini juga memiliki karakteristik berupa kaki yang kokoh. Saking kokohnya, kaki tersebut bisa menahan tubuhnya ketika bergerak secara perlahan dalam menyusuri dataran banjir.
Baca Juga: Bayi Sauropoda Jadi Mangsa Predator dalam Rantai Makanan Dinosaurus Jura
Setelah mengetahui bagaimana cara Nigersaurus bertahan hidup, tentu bisa menyadari sepenuhnya bahwa ukuran hewan purba tidak jadi patokan untuk keberlangsungan hidupnya. Nyatanya kemampuan adaptasi terhadap lingkungan juga bisa jadi cara bertahan hidup sebagaimana Nigersaurus. Terlepas dari hal tersebut, hewan purba ini memang unik. (R10/HR-Online)

12 hours ago
12

















































