Curhat Peternak di Kota Banjar; Pakan Terus Naik, Harga Telur Justru Turun

8 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Peternak ayam petelur skala kecil di Kota Banjar, Jawa Barat, kini mulai tertekan dengan naiknya harga pakan, dan rendahnya harga jual telur di kandang. Sehingga, keuntungan semakin menipis terpangkas untuk biaya produksi.

Baca Juga: Produksi Telur Kian Meningkat, Ini Cara Kelola Pakan Ayam Petelur Agar Hasil Konsisten

Pengelola peternakan ayam petelur di Lingkungan Cipadung, RT 9/4, Kelurahan Purwaharja, Kota Banjar, Yayat Yudiana mengatakan, pakan ternak ayam petelur saat ini Rp7450 per kilogram, atau Rp372.500 per karung isi 50 kilogram.

Harga pakan tersebut naik dari sebelumnya Rp365.000 per karung. Kenaikan harga pakan di tingkat eceran, menurutnya bisa lebih tinggi di kisaran Rp8500-9000 per kilogram.

Ia mengaku mendapatkan harga pakan sedikit lebih murah, karena kuota pengambilannya cukup banyak yakni 2 ton per bulan. “Kalau di tingkat eceran itu dikisaran Rp8500 per kilogram di atas Rp400 ribu per karung,” katanya kepada harapanrakyat.com, Minggu (7/6/2026).

Lanjutnya menyebut, tingginya harga pakan tersebut tidak sebanding dengan harga jual telur di kandang peternak. Harga jual telur ayam dari kandang saat ini hanya Rp22.500 per kilogram.

Idealnya, agar keuntungan yang didapat oleh peternak itu stabil, maka harga jual telur ayam dari kandang itu dikisaran Rp24-25 ribu per kilogram. Namun dengan kondisi tersebut, sehingga keuntungan peternak semakin tipis. Sebab, keuntungan yang didapat harus dibagi lagi untuk menambah harga pembelian pakan.

“Kalau kita ganti pakan yang lain nanti kualitas bisa turun, dan cangkang telurnya tipis dan mudah pecah. Produksi juga akan turun,” ujar Yayat pengelola 600 ekor ayam petelur.

Baca Juga: Disnakan Ciamis Sebut Produksi Telur dan Daging Hasil Peternak di Tahun 2024 Surplus

Peternak di Kota Banjar Kini Jual Telur di Bawah Harga Ideal

Senada, peternak lainnya di wilayah Binangun, Agus menyatakan, saat ini harga pakan ternak mengalami kenaikan namun harga telur ayam ras justru turun harga.

Menurutnya, dua bulan yang lalu masih bisa menjual telur ayam Rp28 ribu per kilogram. Tapi sekarang hanya di kisaran Rp23-24 ribu per kilogram, dan itu langsung penjualan ke konsumen.

“Sekarang harga telur turun terus dari semula Rp28 ribu sekarang, saya jual Rp24 ribu. Itu juga saya jual langsung ke konsumen, nggak ke grosir karena cuma ternak 100 ekor,” ucapnya.

Agus sebelumnya menggunakan pakan dengan harga Rp400 ribu per karung isi 50 kilogram. Namun karena harganya terus naik menjadi Rp420 per karung, kemudian ia beralih ke harga pakan yang lebih murah Rp365 ribu per kilogram.

Baca Juga: Akibat Harga Anjlok Peternak Ayam Terancam Merugi, Begini Kata DKP3 Kota Banjar

“Pakan naik terus harga telur turun keuntungan. Saya harap pemerintah bisa menstabilkan harga pakan ternak agar lebih menguntungkan peternak,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |