harapanrakyat.com,- Libur panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila pekan lalu dimanfaatkan banyak warga untuk berwisata. Kabupaten Bandung Barat pun kembali menjadi destinasi wisata favorit dengan jumlah kunjungan mencapai lebih dari 83 ribu wisatawan.
Berdasarkan data Disparbud KBB, jumlah wisatawan mulai meningkat sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Selama periode libur panjang tersebut, kawasan Lembang dan sekitarnya masih menjadi tujuan favorit wisatawan karena aksesnya mudah dijangkau dan menawarkan suasana alam yang sejuk.
Kepala Disparbud Bandung Barat, Asep Dendih, mengapresiasi tingginya minat wisatawan berkunjung ke wilayahnya selama libur panjang. Menurutnya, daya tarik Bandung Barat tidak hanya berasal dari panorama alam, tetapi juga ragam destinasi wisata yang cocok untuk semua usia.
Baca Juga: Heboh Sosok Pocong di Bandung Barat, Polisi Tingkatkan Patroli
“Alhamdulillah, hingga saat ini Bandung Barat masih menjadi primadona bagi wisatawan, baik yang datang dari dalam daerah maupun luar provinsi. Konsep wisata alam terbuka yang sejuk dan ramah keluarga menjadi daya tarik utama yang tidak tergantikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).
Destinasi Wisata Unggulan di Bandung Barat
Sejumlah destinasi wisata unggulan di Bandung Barat masih menjadi favorit wisatawan selama libur panjang. Lembang Park and Zoo mencatat kunjungan tertinggi dengan 17.981 wisatawan, diikuti Orchid Forest Lembang sebanyak 8.972 pengunjung, Floating Market Lembang 7.771 pengunjung, dan Dusun Bambu 6.325 pengunjung.
Baca Juga: Menguak Sejarah dan Mitos Sanghyang Tikoro di Bandung Barat
Selain tempat-tempat tersebut, kawasan wisata lain. Antara lain Curug, perkebunan teh, dan objek wisata kuliner juga turut dipadati pengunjung yang ingin menikmati suasana pedesaan yang asri dan udara yang segar.
Pemkab Bandung Barat telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan. Mengimbau seluruh pengelola wisata menerapkan prinsip Sapta Pesona, mulai dari kebersihan, keamanan, kenyamanan, hingga pelayanan yang ramah dan berbudaya.
Baca Juga: Strategi Desa Wisata Indonesia Menuju Pariwisata Berkualitas Berkelas Dunia
“Kami selalu mengingatkan agar pelayanan tetap dijaga dengan baik. Itu jadi kunci utama agar wisatawan merasa betah dan ingin kembali berkunjung,” tegas Asep.
Kunjungan wisata dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang, penginapan, hingga jasa transportasi lokal. (Eri/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

5 hours ago
8

















































