harapanrakyat.com,- Kisah sapi betina Bani Israil menyimpan banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Peristiwa bersejarah ini tercatat secara jelas dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 67 hingga 73. Pada dasarnya, perintah penyembelihan tersebut bertujuan untuk mengungkap sebuah kasus pembunuhan misterius.
Perintah Menyembelih Sapi Betina untuk Bani Israil
Awal mulanya, seorang lelaki tua yang sangat kaya raya dibunuh secara keji oleh keponakannya. Kemudian, sang pembunuh meletakkan mayat pamannya di depan rumah tetangganya untuk menghilangkan jejak. Akibatnya, masyarakat saling tuduh dan hampir memicu peperangan besar antar sesama kerabat.
Baca juga: Kisah Nabi Syamwil, Utusan Allah untuk Bani Israil yang Mengangkat Thalut Melawan Jalut
Oleh karena itu, orang-orang yang bijak memutuskan untuk mengadu kepada utusan Allah. Mereka meminta Nabi Musa untuk berdoa memohon petunjuk agar sang pembunuh terungkap. Akhirnya, turunlah wahyu yang memerintahkan kaum tersebut untuk segera menyembelih seekor hewan ternak.
Meskipun demikian, kaum tersebut justru meragukan perintah utusan Allah dan menganggapnya sebagai ejekan. Sebaliknya, Nabi Musa berlindung kepada Tuhan agar tidak menjadi golongan orang yang bodoh. Alhasil, kaum tersebut terus mengajukan berbagai pertanyaan yang sangat menyulitkan diri mereka sendiri.
Pertama, mereka menanyakan usia hewan yang harus mereka korbankan kepada sang nabi. Selanjutnya, nabi menjawab bahwa hewan itu tidak boleh terlalu tua atau terlalu muda. Di samping itu, mereka kembali bertanya mengenai warna pasti dari kulit hewan peliharaan tersebut.
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Musa yang Berkhianat Menyesatkan Bani Israil
Kemudian, turunlah jawaban bahwa warnanya harus kuning tua yang sangat menyenangkan saat dipandang. Belum merasa puas, mereka kembali meminta detail tambahan mengenai hakikat hewan tersebut. Pada akhirnya, Tuhan menetapkan syarat bahwa hewan itu belum pernah digunakan untuk membajak tanah.
Keajaiban dan Pengorbanan Pemuda yang Sangat Berbakti
Sementara itu, syarat yang sangat rumit itu mengarahkan pencarian kepada seorang pemuda yatim. Pemuda saleh ini sangat berbakti kepada ibunya dan memiliki hewan dengan ciri sempurna. Oleh karenanya, kaum tersebut terpaksa membelinya dengan harga emas seberat tubuh hewan itu.
Bahkan, pemuda itu sempat diuji oleh malaikat agar menjual hewannya tanpa izin ibunya. Akan tetapi, pemuda yang sangat taat itu menolak tawaran harga tinggi dari malaikat. Kesimpulannya, ketaatan kepada orang tua membawa berkah luar biasa bagi pemuda yatim tersebut.
Setelah itu, kaum tersebut akhirnya berhasil menyembelih hewan peliharaan mahal yang mereka beli. Kemudian, nabi memerintahkan mereka memukulkan sebagian anggota tubuh hewan itu ke arah mayat. Dengan demikian, mayat tersebut hidup kembali atas izin Tuhan untuk mengungkapkan pelakunya.
Baca juga: Kisah Kaum Hawariyyun yang Berasal dari Bani Israil
Korban yang hidup sebentar itu menunjuk sang keponakan sebagai pelaku kejahatan keji tersebut. Akibatnya, pelaku pembunuhan itu akhirnya menerima hukuman mati atas perbuatan jahatnya. Tentu saja, kejadian ini menjadi bukti nyata kekuasaan Tuhan dalam menghidupkan orang mati.
Kisah sapi betina ini mengajarkan Bani Israil dan kita semua agar patuh beragama. Selain itu, kita dilarang keras untuk banyak bertanya demi menyulitkan suatu perintah ajaran Islam. Pada akhirnya, ketaatan tulus selalu membawa manusia menuju jalan kebenaran yang diridhoi Tuhan. (Muhafid/R6/HR-Online)

7 hours ago
11

















































