Fosil Cimolodon desosai berhasil diteliti oleh tim dari University of Washington. Tim peneliti tersebut telah identifikasi spesies yang temuannya di kawasan Baja California, Meksiko ini. Untuk mengetahui bagaimana hasil penelitiannya, pastikan tidak melewatkan pembahasan lengkap berikut ini.
Baca Juga: Teridentifikasinya Fosil Landak Semut Purba di Museum Victoria Research Institute
Fosil Cimolodon desosai Ditemukan
Tim peneliti berhasil menemukan fosil yang usianya 75 juta tahun. Fosil tersebut tidak lain milik Cimolodon desosai. Spesies ini termasuk bagian kelompok multituberculates. Hal ini berarti kelompok ataupun ordo mamalia purba yang sebenarnya sudah punah dan mirip dengan binatang pengerat modern.
Spesies ini muncul semenjak zaman Jura. Kemudian bisa bertahan tak kurang dari 100 juta tahun lamanya sebelum akhirnya punah. Karena usianya yang sudah sangat lama, tentu bukan hal mudah untuk menemukan fosil ini.
Fosil Cimolodon desosai tersebut baru terungkap pada tahun 2009 melalui penggalian yang begitu sulit. Awalnya asisten lapangan tim peneliti melihat adanya gigi kecil yang mencuat. Hal ini jadi titik terang dalam mempelajarinya.
Pentingnya Penemuan Gigi
Baru menemukan gigi saja sudah menyita perhatian kalangan peneliti. Antusias untuk menggalinya semakin tinggi karena ternyata dibalik retakan batu, ada lebih banyak tulang-belulangnya. Tim peneliti pun lantas menelusurinya.
Baca Juga: Penemuan Fosil Telur Dinosaurus Ovum in Ovo Buka Pemahaman Baru
Dalam penelusuran tersebut, ada rahang, tengkorak, tulang lengan serta kaki. Lebih tepatnya di dalam celah bebatuannya. Dari semua temuan yang ada, bagian gigi sangatlah penting karena bisa mengungkap apa makanan hewannya.
Bahkan melalui gigi tersebut, ilmuwan juga bisa lebih mudah untuk memberikan nama maupun mengelompokkan fosilnya. Hal ini karena bagian tubuh paling awet tersebut sering jadi patokan dalam menetapkan spesies baru.
Karena alasan tersebut, sebagian besar peneliti kesulitan untuk menemukan nama atau menamainya apabila menemukan tengkorak yang tidak ada giginya. Pemberian namanya memang berdasar dari karakter giginya. Hal ini sebagaimana yang terungkap dari Wilson Mantilla selaku ahli paleontologi yang berasal dari University of Washington.
Pemanfaatan Teknologi Mutakhir
Asisten lapangan yang bernama Michael de Sosa VI menggunakan teknologi mutakhir untuk menemukan fosil Cimolodon desosai. Adapun teknologi tersebut ialah teknologi pencitraan digital yang canggih serta mikro-CT scan. Melalui teknologi ini, ilmuwan bisa membedah anatomi spesies tersebut secara detail namun tidak merusak struktur fosil aslinya.
Tak kalah penting untuk diketahui pula bahwa nama spesiesnya diambil dari nama asisten lapangan tadi, de Sosa. Ia meninggal dunia ketika riset tersebut masih berjalan. Hal ini pun dilakukan sebagai bentuk penghormatan.
Karakteristik Cimolodon desosai
Ketika membicarakan mengenai penemuan fosil Cimolodon desosai ini, pastikan juga memahami bagaimana karakteristiknya. Spesies ini memiliki karakteristik berupa tubuh yang mungil. Ukuran tubuhnya pun seperti hamster emas.
Lalu jika mencermati karakteristik fosil giginya, kemungkinan besar spesies Cimolodon desosai termasuk hewan omnivora. Hewan ini bisa memakan apa saja. Baik itu serangga maupun buah-buahan.
Selain itu, hewan ini juga memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Ia bisa bergerak secara lincah. Baik itu memanjat pohon maupun ketika berada di atas tanah.
Kemampuan ini juga membantunya untuk menghindari predator maupun mencari makanan. Spesies ini sendiri juga bisa bertahan hidup meski di situasi lingkungan yang hancur setelah serangan asteroid. Hal ini karena spesies tersebut tak memerlukan banyak kalori.
Alasan Selamat dari Kepunahan Massal
Dilihat dari usianya, harusnya mamalia prasejarah ini ikut punah seperti halnya dinosaurus. Namun ternyata mamalia tersebut berhasil lolos dari kepunahan massal sekitar 66 juta tahun yang lalu. Oleh karena itu, spesies ini bisa membantu garis keturunannya untuk melewati periode paling mematikan di sejarah Bumi. Saat itu sekitar 75% kehidupan yang ada di planet Bumi musnah seketika.
Berdasarkan laporan yang terbit melalui Jurnal Avertebrata Paleontologi tanggal 22 April ini menyebut spesies tersebut bisa selamat karena ukuran tubuhnya kecil. Selain itu, kunci keselamatannya juga terletak dari diet omnivora yang dilakukan. Hal ini menguntungkannya untuk bertahan hidup.
Baca Juga: Penemuan Fosil Spesies Baru Dinosaurus Berduri Haolong dongi di Tiongkok
Fosil Cimolodon desosai memang menarik untuk diteliti. Apalagi penemuan fosil spesies Cimolodon desosai ini sangatlah langka. Jika biasanya hanya ada beberapa bagian saja yang ditemukan, namun fosil ini berbeda. Bahkan bisa kita bilang penemuan fosilnya hampir lengkap meski usianya sudah bertahun-tahun lamanya. (R10/HR-Online)

23 hours ago
16

















































