Geger! Jasad Bayi Terapung di Selokan Garut, Diduga Korban Praktek Aborsi

14 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Warga Kampung Tegal Jambu, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan jasad bayi yang terapung di sebuah selokan, Rabu (5/8/2026) sore.

Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang anak yang sedang bermain di sekitar lokasi. Awalnya, bocah itu mengira benda yang mengambang di selokan adalah sebuah boneka, lalu meminta bantuan warga untuk mengambilnya. Namun, saat didekati, warga terkejut karena benda tersebut ternyata merupakan jasad bayi.

Mendapat laporan dari masyarakat, petugas Polsek Tarogong Kaler bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Garut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti.

Baca Juga: Surat Evaluasi Pengelolaan PBB Desa Wanakerta dari Bapenda Garut Bocor, Tunggakan Capai Rp 273 Juta

Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 16.44 WIB terkait temuan yang diduga janin bayi di selokan tersebut.

“Berdasarkan keterangan saksi, awalnya seorang anak yang berada di sekitar lokasi meminta bantuan warga untuk mengambil benda yang dikiranya boneka. Saat hendak diambil, warga menyadari bahwa benda tersebut merupakan janin bayi,” ujar Susilo, Kamis (6/8/2026).

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk meminta keterangan aparat RT setempat. Penyidik masih menelusuri informasi terkait kemungkinan adanya perempuan yang baru melahirkan di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, jasad bayi telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Slamet Garut untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Tim Inafis Satreskrim Polres Garut melakukan olah TKP, mengamankan lokasi, meminta keterangan para saksi, mengumpulkan barang bukti, serta berkoordinasi dengan pihak RSUD dr. Slamet Garut untuk proses evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Polisi Dalami Penyebab Kematian Bayi yang Terapung di Selokan Garut

Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas medis belum dapat memastikan jenis kelamin korban karena organ tubuhnya belum terbentuk sempurna. Kondisi tersebut mengindikasikan usia kandungan masih beberapa bulan.

Polisi juga masih mendalami penyebab kematian bayi tersebut, termasuk menyelidiki kemungkinan adanya praktik aborsi ilegal. Namun, hingga kini penyidik belum menyimpulkan penyebab pasti maupun pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Pelajar SMA Asal Garut Terlibat Aksi Penganiayaan, Polisi: 22 Orang Diamankan, 3 Lainnya Kabur

“Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti, serta informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut guna mengungkap fakta secara menyeluruh,” pungkas Susilo. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |