Guru BK SMKN 2 Garut Minta Maaf secara Terbuka Pasca Insiden Cukur Paksa, Ini Harapannya

19 hours ago 18

harapanrakyat.com,- Guru BK SMKN 2 Garut, Jawa Barat, yang melakukan cukur paksa terhadap belasan muridnya meminta maaf secara terbuka. Ia merasa bahwa persoalan ini telah membuat gaduh, sehingga perlu melakukan klarifikasi kepada semua pihak.

Guru tersebut kemudian membuat video permintaan maaf dan berharap persoalan ini bisa selesai secara kekeluargaan.

Baca Juga: Insiden Guru Potong Rambut Siswi Berhijab SMKN 2 Garut, Ini Respons Dedi Mulyadi

Permintaan Maaf Guru BK SMKN 2 Garut

“Saya Ibu Ani Musaidah, sebagai guru BK, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan terkait beredarnya informasi mengenai pelaksanaan razia kerapihan rambut. Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tata tertib sekolah. Khususnya dalam menjaga kerapian dan kedisiplinan,” ucapnya dalam video yang diterima harapanrakyat.com, Rabu (6/5/2026).

Ia menyadari bahwa pasca viral cukur paksa kepada murid perempuan di sekolahnya, seluruh pihak, terutama netizen telah mengeluarkan berbagai pendapat. Baik itu pendapat bersifat positif maupun negatif.

“Baik siswa maupun siswi, namun demikian saya menyadari dalam pelaksanaan terdapat hal-hal yang tidak berkenan dan menimbulkan persepsi di masyarakat. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati saya memohon maaf kepada seluruh pihak, khususnya kepada siswa yang saya cintai, orang tua dan masyarakat yang kurang nyaman atas kejadian ini,” tambahnya.

Baca Juga: Viral! Siswi Berkerudung di Garut Dicukur Paksa Guru karena Rambut Diwarnai, Histeris Tak Terima

Janji Perbaiki Tata Cara Edukasi Peraturan Sekolah

Guru BK SMKN 2 Garut itu berkomitmen mengevaluasi diri. Serta akan memperbaiki tata cara memberi edukasi peraturan sekolah kepada murid, agar kedepannya tidak terjadi kesalahpahaman dan menimbulkan stigma buruk kepada sekolah.

“Kedepan saya berkomitmen melakukan evaluasi serta memperbaiki, secara pendekatan dalam penerapan aturan yang lebih bijak, humanis dan komunikatif. Klarifikasi ini saya berharap informasi yang beredar dapat dipahami dan tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan. Saya juga mengajak semua pihak untuk menjaga suasana yang kondusif demi terciptanya lingkungan pendidikan yang tertib dan positif,” katanya.

Baca Juga: KPAI Soroti Cukur Paksa Belasan Murid Berhijab di Garut

Terakhir, semua guru dan sekolah berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Diakhir kalimat, guru BK SMKN 2 Garut tersebut ingin agar orang tua, terutama murid yang terdampak cukur paksa, dapat memaafkan perbuatanya secara ikhlas.

“Semoga permasalahan ini bisa diselesaikan secara baik dan kekeluargaan,” tutupnya. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |