harapanrakyat.com,- Menghadapi ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah proaktif dengan memaksimalkan seluruh infrastruktur sumber daya air di Indonesia.
Langkah proaktif tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta menjaga stabilitas sektor pertanian.
Optimalkan Sumur Bor dan Bendungan untuk Hadapi Ancaman Kemarau Panjang
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Fenomena El Nino Kuat Melanda Indonesia hingga Awal 2027
Kementerian PU tidak hanya bergantung pada bendungan besar. Pemerintah saat ini tengah mengoptimalkan 10.789 sumur bor yang memiliki kapasitas gabungan lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.
Selain itu, Kementerian PU juga siagakan secara penuh berbagai fasilitas seperti bendung, embung, waduk, hingga situ untuk mengantisipasi ancaman kemarau panjang akibat dampak perubahan iklim.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengatakan, pengelolaan infrastruktur air yang efisien merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kehadiran infrastruktur tersebut sangat penting guna mendukung ketersediaan air pada irigasi pertanian, menjaga lahan tetap produktif. Serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga,” kata Menteri Dody melalui keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).
Kesiagaan Alat Darurat dan Pemetaan Wilayah
Baca Juga: AHY Ungkap Rencana Operasi Modifikasi Cuaca Lewat Teknologi Drone demi Hadapi El Nino
Untuk memastikan distribusi air berjalan lancar, Kementerian PU telah mengatur pola operasi jaringan irigasi sesuai dengan dinamika di lapangan. Pemerintah juga menyiapkan armada peralatan darurat yang siap dikirim ke wilayah terdampak.
Armada tersebut meliputi 125 unit pompa mobile, 921 unit pompa alkon. Serta 49 mesin bor untuk pembuatan sumur baru di lokasi kritis.
Selain teknis infrastruktur, pemerintah juga berfokus pada pemetaan daerah rawan, sekaligus memberikan edukasi adaptasi musim kemarau kepada masyarakat luas.
Di sektor pertanian, salah satu solusi unggulan yang didorong adalah penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). Pemerintah mengklaim teknologi ini mampu menekan penggunaan air secara signifikan tanpa menurunkan kualitas maupun kuantitas hasil panen.
Baca Juga: Atasi Kekeringan Ekstrem di Cimahi, Kementerian PU Turunkan 40 Ribu Liter Air Bersih Sepekan
Saat ini, Kementerian PU mengelola kekuatan infrastruktur air nasional yang mencakup 240 bendungan dengan daya tampung 7,89 miliar meter kubik. 601 situ dan danau dengan total volume mencapai 135,59 miliar meter kubik. Serta 1.000 lebih tampungan air baku untuk kebutuhan harian warga.
Pembangunan jaringan irigasi tanah (JIAT) dan bendungan baru akan terus dilanjutkan untuk memperkokoh ketahanan air Indonesia di masa depan. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

5 hours ago
3

















































