Jalan Banjarwangi Garut Yang Buat Pinggang Pengendara Serasa Copot Kabarnya Tidak Masuk List Prioritas Perbaikan, Warga Kecewa

21 hours ago 13

harapanrakyat.com,- Masyarakat Kecamatan Banjarwangi Garut, Jawa Barat, kecewa setelah jalan Kabupaten yang mengalami kerusakan cukup panjang tidak masuk ke dalam list prioritas perbaikan. Jalan penghubung utama warga Kecamatan Peundeuy, Kecamatan Singajaya, Kecamatan Banjarwangi menuju Cikajang maupun sebaliknya itu, hingga kini sangat memprihatinkan.

Baca juga: Jalan Banjarwangi Garut Rusak Parah, Netizen Sindir Pemerintah Lewat Video Meme Mobil Terbang

Jalan raya Banjarwangi yang berada di Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut, kabarnya tidak masuk dalam prioritas rehabilitasi dan perbaikan jalan pada tahun 2026. Informasi itu tentu membuat mayoritas masyarakat kecewa. Sebelumnya Pemerintah Daerah berjanji akan memperbaiki jalan yang kondisinya tengah memprihatinkan.

Kondisi Jalan Banjarwangi Garut

Pantauan HR Online di lapangan, jalan dengan status milik Kabupaten itu memang tak laik lagi dilintasi kendaraan. Selain banyak kerusakan di badan jalan hingga aspal yang mengelupas, terdapat pula lubang-lubang besar yang dapat membahayakan pengendara motor. Selain itu, roda 4 dan lebih juga terancam bahaya.

Salah seorang pengguna jalan mengaku, ia tahu jalan raya Banjarwangi tak masuk list perbaikan. Kabar itu ia dapat dari unggahan video media sosial, sehingga membuat kecewa karena akses jalan masih dibiarkan hancur.    

“Mendengar isi video, Banjarwangi tidak masuk list jalan perbaikan, tapi dulu kalau tidak salah, menjanjikan perbaikan jalan di awal 2026. Tentu kecewa, jalan ini kan sangat dibutuhkan. Seperti anak saya, biasa bawa motor sendiri ke sekolah. Sekarang lebih memilih diantar, alasannya jalannya kurang bagus,” jelas Kaka, pengguna jalan asal Banjarwangi, Selasa (11/8/2026).

Baca juga: Jalan Banjarwangi Garut yang Tertimbun Longsor Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Keluhan masyarakat ini tentu perlu dievaluasi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut. Pasalnya jalan hampir panjang 20 KM tersebut merupakan akses dasar yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan. Dampak rusaknya jalan Banjarwangi, warga sekitar selaku pengguna jalan terpaksa kerap kali menyiram jalan dengan air. Pasalnya, debu berasal dari jalan yang rusak sering mengganggu penglihatan. Selain itu, debu juga terhisap pengendara motor. “Secara pribadi semoga dapat segera terealisasi perbaikan infrastruktur di wilayah selatan, terutama jalan Banjarwangi,” tambahnya.

Persoalan jalan rusak di Garut yang masih belum dapat jatah perbaikan atau rehabilitasi memang bukan jalan Banjarwangi saja. Di beberapa wilayah lain seperti di jalan raya Cibatu – Wanaraja, jalan status tidak mantap kerap kali membuat pinggang tulang punggung pengguna jalan serasa sakit. Bukan hanya bergelombang, lubang dampak kerusakan jalan membuat pengendara roda 2 maupun 4 dan lebih harus hati-hati. Selain itu, kondisi ini rawan kecelakaan. (Pikpik/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |