harapanrakyat.com,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka ruang kolaborasi dengan para tokoh Sunda yang memiliki kiprah di berbagai bidang untuk ikut memperkuat pembangunan daerah. Gagasan, kritik, dan masukan dari para tokoh tersebut dinilai penting dalam upaya mewujudkan cita-cita Jabar Istimewa.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat, termasuk para tokoh yang memiliki pengalaman dan kapasitas di tingkat daerah maupun nasional, dibutuhkan untuk memberikan perspektif terhadap berbagai kebijakan.
“Kami memberikan dukungan dan apresiasi kepada MMS,” ujar Herman dalam Pertemuan Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Gedung Imeri FKUI, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat Naik Jadi 75,90, Penduduk Miskin Berkurang 193 Ribu Orang
Menurut Herman, MMS dapat menjadi ruang bagi para tokoh Sunda untuk menyampaikan pemikiran sekaligus memberikan masukan terhadap arah pembangunan Jawa Barat. Forum tersebut dinilai memiliki potensi menjadi mitra strategis pemerintah.
“Yang penting memberikan sumbang pemikiran, kritik dan saran,” ujarnya.
MMS menghimpun tokoh Sunda dengan latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi, pemerintahan, budayawan, profesional hingga elemen masyarakat lainnya. Sebagian di antaranya memiliki kiprah hingga tingkat nasional.
Herman menilai keberagaman latar belakang tersebut dapat memperkaya perspektif dalam melihat berbagai persoalan yang dihadapi Jawa Barat. Pemerintah pun mendorong agar ruang diskusi semacam itu terus berkembang.
Baca Juga: WFH Diperpanjang Pusat, Dedi Mulyadi Klaim Produktivitas Pemprov Jawa Barat Malah Meningkat
Jabar Istimewa Butuh Gotong Royong
Ia berharap para tokoh Sunda tidak hanya menjadi bagian dari forum silaturahmi, tetapi juga aktif menyampaikan gagasan yang konstruktif bagi pembangunan.
“Jabar Istimewa tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri,” katanya.
Herman mengatakan kolaborasi lintas elemen diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih baik. Semangat kebersamaan tersebut, menurut dia, sejalan dengan nilai yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat Sunda.
“Kita harus bahu membahu, sarendeuk, saigel, sapihanean,” ujarnya.
Pertemuan MMS di Jakarta digelar sebagai bagian dari rangkaian Milangkala Kadua sekaligus menjadi ajang berkumpulnya tokoh-tokoh Sunda yang aktif di berbagai bidang.
Jakarta menjadi salah satu lokasi pertemuan karena banyak tokoh Sunda yang memiliki kiprah di tingkat nasional. Mereka datang dari beragam latar belakang, seperti pemerintahan, akademisi, profesional, sosial, hingga kebudayaan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Evaluasi Dana Hibah Lima Instansi Senilai Rp662 Miliar
Forum MMS juga menjadi wadah untuk membahas berbagai isu yang berkaitan dengan Jawa Barat. Pembahasannya mencakup persoalan kebudayaan, sosial, lingkungan, ekonomi, serta isu-isu kebangsaan. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

21 hours ago
13

















































