harapanrakyat.com,- Kawasan industri seluas 200 hektar di Kota Banjar, Jawa Barat, dipertanyakan oleh buruh saat aksi May Day. Kawasan tersebut dinilai tidak menarik minat investor yang akan menanamkan modalnya di Banjar.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapelitbangda Kota Banjar, Husein Husaini, mengatakan, kawasan telah ditetapkan dalam Perda Nomor 4 tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Kawasan industri seluas 200 hektar tersebut tidak berada dalam satu kawasan. Namun kawasan tersebut tersebar di sejumlah titik lokasi Desa/Kelurahan yang tersebar di 4 wilayah Kecamatan.
Baca Juga: Kecelakaan Tunggal di Situbatu Kota Banjar, Seorang Pengendara Motor Asal Ciamis Meninggal Dunia
Luas lahan yang diperuntukkan untuk kawasan industri tersebut sebagian merupakan lahan kosong seperti di wilayah Batulawang dan Situbatu.
Selebihnya merupakan lahan yang sudah menjadi tempat industri. Misalnya di Kelurahan Karangpanimbal dan Mekarharja masuknya pengembangan wilayah industri.
“Kawasan industri 200 hektar itu akumulatif. Mencakup industri yang sudah beroperasi (existing) maupun lahan baru yang direncanakan,” kata Husein kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Nasib 17 Guru Honorer Masih Menggantung, Begini Kata Wali Kota Banjar
Lanjutnya menyebut, terkait belum adanya investor yang tertarik dengan kawasan industri tersebut menurutnya hal itu butuh proses. Selain itu juga perlu dukungan infrastruktur penunjang menuju ke lokasi kawasan industri.
Kawasan industri yang tersedia juga bukan sepenuhnya lahan kosong ratusan hektar yang diperuntukkan khusus untuk zona industri seperti di kabupaten/kota yang lain.
Selain itu, kawasan industri tersebut seperti di wilayah Batulawang merupakan proyeksi jangka persiapan ketika ke depannya dibangun exit tol jalur tol Gedebage Tasikmadu Cilacap.
“Jadi kita sudah siapkan kawasan perindustrian. Jadi enggak Mungkin sekarang-sekarang karena butuh akses infrastruktur pendukung seperti jembatan untuk ke Karangsari,” terang Husein.
Kawasan Industri Kota Banjar yang akan Dioptimalkan
Lebih lanjut ia menambahkan, untuk rencana jangka pendek kawasan industri yang bisa dioptimalkan yaitu di wilayah Situbatu dan Neglasari karena aksesnya cukup mendukung berada di sisi jalan.
Baca Juga: Perusahaan di Kota Banjar Sebut 12 Jam Kerja Karyawan Keinginan Pekerja
“Cuma memang ya tadi mungkin banyak investor yang belum minat karena lahannya ini kan bukan tanah kosong ratusan hektar. Tidak seperti di Kabupaten/Kota lain yang lahannya menjadi skala peruntukan industri,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

21 hours ago
16

















































