Kesaksian Rekan Korban saat Dua Pekerja di Kota Banjar Jatuh dari Tower Triangle

16 hours ago 11

harapanrakyat.com,– Sebuah kecelakaan kerja menimpa dua orang pekerja yang sedang beraktivitas di atas sebuah tower di wilayah Kota Banjar, Jawa barat. Kedua korban jatuh setelah tiang penyangga tower triangle yang mereka naiki tiba-tiba roboh dan kehilangan keseimbangan.

Menurut kesaksian Suryana, salah seorang rekan kerja korban yang berada di lokasi kejadian, peristiwa tersebut bermula ketika kedua korban telah selesai melakukan pekerjaannya di bagian atas tower dan bersiap untuk turun.

“Kejadiannya itu dari atas. Jadi ceritanya mau diturunin, tapi posisinya terbawa sama besi yang di atas. Tiang itunya tidak kuat,” ujar Suryana saat diwawancarai di tempat kejadian, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga: Jatuh dari Ketinggian, Dua Orang Tewas Saat Bongkar Tower Triangle di Kompleks Perkantoran Kota Banjar

Suryana menjelaskan bahwa sebelum insiden terjadi, kedua korban naik ke atas tower dalam posisi yang seimbang dan saling berhadapan. 

Namun, saat proses teknis untuk menurunkan bagian besi dimulai, tiang penopang diduga tidak mampu menahan beban hingga akhirnya runtuh dan ikut membawa kedua pekerja tersebut ke bawah.

“Pas tiba-tiba mau diturunin, (tiangnya) langsung ke bawah. Ke bawah sama besi, tidak seimbang, jadi ikut sama besi tiangnya roboh,” tambahnya.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, terdapat lima orang pekerja yang diterjunkan ke lokasi. 

Kendati demikian, hanya dua orang yang bertugas untuk naik ke atas tower, sementara tiga pekerja lainnya termasuk Suryana, bertugas membantu dari bawah. 

Sementara itu, saat ditanya mengenai pemenuhan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) , Suryana mengaku tidak mengetahui secara pasti regulasi formalnya karena ia hanya diajak bekerja untuk membantu.

Meski begitu, ia memastikan bahwa kedua rekannya yang naik ke atas tower sebenarnya telah dilengkapi dengan alat pengaman (safety), walaupun saat kejadian mereka tidak menggunakan helm pelindung kepala.

“Kalau safety ada, pakai safety. Cuma kalau helm tidak pakai,” tutup Suryana.

Kronologi Dua Pekerja Jatuh dari Tower Triangle di Kota Banjar

Terpisah, Pegawai BPKPD Kota Banjar, Ganda Sasmita, memberikan penjelasan mengenai kronologi awal dan status dari menara tersebut.

Menurutnya, aset menara itu sebenarnya sudah pernah dilelang oleh Pemerintah Kota Banjar pada tahun 2025 lalu. Namun, pemenang lelang mengembalikan objek tersebut kepada pemerintah daerah.

“Tower itu sudah dilelang di tahun 2025. Kemudian, pemenang lelangnya menyerahkan kembali ke pihak Pemkot. Daripada tower di sini tidak berfungsi, maka silakan siapa saja yang bisa menurunkan (membongkar), mangga bawa besinya,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa pihak pemerintah daerah tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk proses pembongkaran menara tersebut. 

Mekanismenya adalah kerja sama sukarela, di mana pihak yang bersedia membongkar menara diperbolehkan mengambil material besi bekas menara tersebut sebagai imbalannya.

“Ada yang datang, dari tim Pak Iwan, sama Pak Cecep yang di Dinas Kesehatan. Dia bilang sanggup. Dari pihak kita memang tidak mengeluarkan biaya apa pun,” tambahnya.

Baca Juga: Diduga Sopir Kurang Menguasai Medan, Truk Muatan Kayu Terguling di Kota Banjar

Ia juga membenarkan bahwa rencana pembongkaran menara eks-SIMDA ini sebenarnya sudah direncanakan sejak beberapa hari lalu namun sempat tertunda. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |