Ketika Pendata Dikira Petugas Pajak, Cerita Sensus Ekonomi 2026 dari Ciamis

16 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Pagi itu, Joehanes Liem (39) tampak gelisah. Sejak istrinya memberi tahu akan ada petugas Sensus Ekonomi 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis datang ke rumah mereka di Jalan Juanda, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pikirannya dipenuhi berbagai dugaan.

Berbagai dugaan bermunculan di kepalanya. Pria itu bahkan sudah memasang sikap untuk menolak kedatangan petugas. 

“Nanti ditanya-tanya penghasilan, terus kita dikejar pajak. Pokoknya kalau ada petugas sensus datang, saya akan tolak, langsung saya usir,” ujarnya kepada harapanrakyat.com, Sabtu (4/7/2026).

Kecurigaan itu bukan muncul begitu saja. Beberapa hari terakhir, Joehanes kerap melihat potongan video di media sosial yang membahas Sensus Ekonomi. Ada yang memperlihatkan petugas mengajukan pertanyaan yang menurutnya terlalu jauh menyentuh urusan pribadi.

“Banyak yang di TikTok ditanya-tanya aneh-aneh. Saya nggak mau ditanya begitu,” katanya.

Namun, suasana yang semula tegang berubah ketika petugas BPS benar-benar tiba. Joehanes baru mengetahui bahwa pendataan pagi itu bukan ditujukan kepadanya, melainkan kepada perusahaan tempat istrinya bekerja. Petugas juga menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan penarikan pajak ataupun penentuan penerima bantuan sosial.

Penjelasan itu perlahan menghapus prasangka yang sejak pagi memenuhi benaknya. Cerita Joehanes ternyata bukan kasus yang berdiri sendiri. Pengawas Sensus Ekonomi BPS Kabupaten Ciamis, Nia Kurniawati (47), mengaku masih menemukan warga yang menolak didata karena mengira sensus berkaitan dengan pajak.

“Masih ada yang menolak. Mereka takut setelah didata nanti kena pajak. Ada juga yang mengaitkannya dengan bantuan sosial. Menurut saya ini karena sosialisasinya belum sepenuhnya sampai ke masyarakat,” ujar Nia.

Menghadapi situasi seperti itu, petugas tidak langsung memulai pendataan. Mereka lebih dulu membangun komunikasi dengan warga.

“Kami biasanya silaturahmi dulu, kenalan dulu. Dari situ juga jadi tahu bagaimana kondisi masyarakat. Kalau sudah dijelaskan maksud dan tujuannya, biasanya warga akhirnya mengerti,” katanya.

Baca Juga: Viral Video Penolakan Habib Bahar bin Smith di Ciamis, Kapolres Pastikan Suasana Tetap Kondusif

Tujuan Sensus Ekonomi 2026 di Ciamis

Ketika Pendata Dikira Petugas Pajak, Cerita Sensus Ekonomi 2026 dari CiamisNia dan Naya saat melakukan Sensus Ekonomi di Ciamis. Foto: Karwati/Harapan Rakyat

Menurut Nia, Sensus Ekonomi sama sekali tidak digunakan sebagai dasar penarikan pajak. Data yang dikumpulkan hanya bertujuan memotret kondisi perekonomian masyarakat sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah.

“Data ini tidak ada hubungannya dengan pajak. Kami hanya menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, data mengenai jenis usaha, lapangan pekerjaan hingga jumlah pengangguran menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Sensus Ekonomi sendiri merupakan agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali. Setelah terakhir dilaksanakan pada 2016, pendataan kembali dilakukan pada 2026 dengan sasaran berbagai unit usaha, baik yang memiliki tempat usaha maupun yang dijalankan dari rumah.

Justru kelompok usaha rumahan dan usaha berbasis digital menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

“Usaha online itu kadang tidak kelihatan karena tidak ada plangnya. Jadi petugas harus lebih teliti saat melakukan pendataan,” kata Nia.

Di Kabupaten Ciamis, pendataan ditargetkan selesai pada 20 Agustus 2026. Hingga pertengahan Juli, BPS menargetkan sekitar 40 persen sasaran sudah berhasil didata.

Satu tim lapangan terdiri atas seorang pengawas yang membawahi tujuh hingga delapan petugas. Masing-masing petugas memikul target rata-rata sekitar 400 unit usaha atau rumah tangga usaha.

Pengalaman Baru Jadi Petugas Sensus Ekonomi 2026

Sementara itu, salah seorang Petugas Pencacah Lapangan, Naya Aufagasta (20), mengakui pengalaman turun langsung ke lapangan menjadi pelajaran baru bagi dirinya. Lulusan SMK Negeri 1 Ciamis itu sebelumnya pernah membantu BPS sebagai petugas pengolahan data pada 2023, tetapi baru tahun ini bertugas menemui warga secara langsung.

“Awalnya saya kira yang paling sulit itu mendata. Ternyata yang paling penting justru membangun kepercayaan masyarakat dulu,” ujar Naya.

Baca Juga: Tumpukan Sampah di Kawasan Bendungan Leuwikeris Ciamis Terbakar, Warga Sempat Panik

Pengalaman Yanto menjadi salah satu bukti. Di balik lembar-lembar kuesioner Sensus Ekonomi, ada pekerjaan lain yang tak kalah penting bagi petugas BPS: meluruskan prasangka sebelum mengumpulkan data. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |