Penyakit Ghurur dalam Ajaran Islam Menurut Imam Al-Ghazali

11 hours ago 14

harapanrakyat.com,- Memahami dan mewaspadai penyakit ghurur sangat penting bagi setiap muslim yang ingin menjaga kebersihan hati sesuai ajaran Islam. Penyakit hati ini sering membuat seseorang merasa bangga diri dan merasa amalnya sudah sangat cukup.

Baca juga: Doa untuk Pemerintah yang Zalim Sesuai Ajaran Islam dan Dalil Al Quran

Oleh karena itu, Imam Al-Ghazali memperingatkan bahaya tertipu oleh perasaan sendiri yang bisa membinasakan keimanan. Sehingga hal semacam ini perlu diketahui agar kita tidak terjebak pada diri sendiri.

Waspada Penyakit Ghurur bagi Orang Islam

Pertama-tama, penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu akibat tipu daya halus setan. Setan senantiasa menjadikan keburukan tampak seperti kebaikan agar manusia terus terperdaya dan lupa akan dosa. Padahal, setan hanya memberikan janji bohong semata tanpa adanya bukti nyata bagi para pengikut setianya.

Selanjutnya, Imam Al-Ghazali membagi manusia yang tertipu menjadi empat kelompok utama di dalam karya tulisnya. Kelompok tersebut meliputi golongan ulama, ahli ibadah, hartawan, serta kelompok ahli tasawuf yang bisa terpedaya. Bahkan, banyak ahli ibadah tertipu karena mereka terlalu berlebihan dalam beribadah hingga melewati batas kewajaran.

Sementara itu, golongan hartawan sering tertipu saat membangun tempat ibadah hanya untuk memamerkan nama mereka. Mereka dengan sangat bangga mencatatkan nama di batu prasasti agar terus dikenang setelah meninggal dunia. Akibatnya, niat bersedekah yang awalnya suci justru berubah menjadi ajang pamer kekayaan di mata manusia.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Nafsu dalam Ajaran Islam Beserta Contohnya

Di samping itu, orang kafir juga sangat rentan terkena tipuan berupa pesona keindahan duniawi fana. Mereka merasa mendapatkan kekayaan melimpah murni karena hasil kerja keras mereka sendiri tanpa campur tangan Ilahi. Pemikiran keliru inilah yang membuat mereka semakin jauh dari jalan kebenaran yang diridhoi oleh Tuhan.

Langkah Mengobati Hati dari Sifat Sombong

Kemudian, cara mengobati penyakit ini harus dimulai dengan memperbanyak introspeksi diri secara rutin setiap hari. Setiap manusia harus menyadari bahwa hidayah murni datang dari Tuhan dan bukan karena kehebatan amalnya. Sejalan dengan itu, memperbanyak mengingat kematian sangat ampuh untuk menurunkan ego serta keserakahan duniawi kita.

Selain itu, berteman dengan orang saleh diyakini akan menjaga kita dari perilaku buruk yang merusak. Lingkungan pergaulan positif pasti akan selalu mengingatkan saat kita mulai tergelincir menuju jurang kesombongan duniawi. Tentu saja, kita juga diwajibkan terus menjaga niat murni hanya untuk Tuhan saat melakukan aktivitas.

Baca juga: Ketentuan Nazar dalam Islam dan Konsekuensi Bagi Pelanggar Janji

Lebih lanjut, sikap rendah hati menjadi perlengkapan paling tangguh untuk mengalahkan sifat sombong di hati. Orang yang rendah hati selalu menyadari bahwa segala kelebihan miliknya hanyalah titipan sementara dari Tuhan. Dengan demikian, mereka tidak akan pernah menggunakan kelebihannya untuk memandang rendah orang lain di sekitarnya.

Sehingga, kita harus selalu waspada terhadap ragam penyakit hati bernama ghurur melalui pemahaman ilmu agama. Penguasaan ilmu pengetahuan akan menyadarkan manusia bahwa dunia ini hanyalah tempat ujian sementara menuju alam akhirat. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |