Kehadiran sejumlah pemain baru memberikan nuansa segar pada skuad asuhan Igor Tolic. Penampilan mereka sepanjang masa pramusim mulai menunjukkan tajinya di lapangan hijau. Bukan hanya menghadirkan warna baru dalam strategi tim, tetapi juga memberikan proyeksi yang jelas mengenai peta kekuatan Persib Bandung menghadapi ketatnya kompetisi musim depan.
Baca Juga: Persib Sudah Juara di Bali, Tapi Erix Exvrayanto Ungkap 2 PR Besar Maung Bandung Jelang Super League
Berdasarkan evaluasi dari Sekretaris Jenderal BOBOKO (Bobotoh Kolot) Distrik Kuningan, Erix Exvrayanto, perombakan skuad dan proses adaptasi para rekrutan anyar kini menjadi sorotan utama. Dinamika ini menghadirkan angin segar, sekaligus pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi pelatih kepala Igor Tolic dalam meracik komposisi ideal.
Nama Mariano Peralta menjadi salah satu yang paling menonjol di skuad Igor Tolic. Kehadiran mantan pemain Borneo FC ini, mampu membuat permainan Persib lebih hidup ketika menghadapi pertahanan lawan yang rapat.
Salah satu keunggulannya adalah kemampuan dalam melakukan tusukan, memenangkan duel satu lawan satu, dan mencari ruang dan membongkar blok pertahanan lawan. “Sehingga, membuat Peralta dianggap memiliki karakter yang selama ini dibutuhkan Persib,” ujarnya kepada harapanrakyat.com, Jumat (21/8/2026).
Erix juga memberikan sorotan besar kepada Gabriel Mutombo. Pemain asal Prancis ini bukan hanya dinilai memberikan kontribusi secara defensif, tetapi mulai terlihat sebagai sosok leader baru di lini belakang Persib.
Adaptasi Mutombo berjalan lebih cepat, karena dirinya sudah memiliki pengalaman bermain di sepak bola Asia. Sehingga, tidak terlalu asing menghadapi karakter permainan klub-klub Indonesia.
Ketajaman Balsa Sekulic dan Dilema Lini Depan di Skuad Igor Tolic
Nama lain yang mendapat apresiasi adalah Balsa Sekulic. Tiga gol pada Piala Presiden 2026 ditambah satu gol pada Dewata Challenge Series, membuat Sekulic menunjukkan naluri mencetak gol yang cukup konsisten meski datang dari kultur sepak bola yang berbeda.
Menariknya, gol-gol Sekulic lahir melalui situasi yang beragam. Mulai dari permainan di kotak penalti, tap-in, bola rebound hingga penalti.
Bagi Erix, variasi tersebut menjadi indikasi, bahwa Sekulic memiliki karakter striker yang mampu mencari peluang dan menyelesaikannya dari berbagai situasi.
Namun, tidak semua pemain baru dalam skuad Igor Tolic mendapatkan penilaian yang sama. “Luka Menalo masih dianggap belum konsisten karena performanya selama pramusim dinilai naik turun. Sehingga, peluangnya untuk bertahan atau dilepas masih terbuka,” katanya.
Nama Ramon Tanque juga termasuk yang berada dalam sorotan Erix. Menurutnya, Ramon beberapa kali mendapatkan peluang tetapi belum mampu mengubahnya menjadi gol, sehingga muncul pertanyaan dari Bobotoh mengenai masa depannya bersama Persib.
Namun Erix melihat persoalan Ramon tidak sesederhana statistik gol. Ia memahami alasan Igor Tolic masih mempertahankan sang striker dalam skuad Persib di musim ini.
“Ramon ini mempunyai karakter permainan berbeda. Lebih kuat dalam duel dan bisa digunakan ketika Persib membutuhkan cara lain untuk membongkar pertahanan lawan,” ujarnya.
Dengan kata lain, sambungnya, Ramon bisa menjadi senjata alternatif ketika pendekatan yang mengandalkan tipe striker seperti Sekulic tidak berjalan.
Baca Juga: Hasil Drawing AFC Challenge League 2026/2027; Persib Bandung dan Borneo FC Masuk Grup Mana?
Tantangan Adaptasi dan Overload Skuad Asing
Erix menilai, Persib sebenarnya sudah memiliki beberapa pemain dengan karakter yang relatif mirip. Sehingga Igor Tolic harus pintar menentukan kombinasi dalam skuad Persib berdasarkan karakter lawan.
Adaptasi pemain baru juga menjadi pekerjaan penting, karena tidak semua pemain langsung bisa menyatu dengan sistem Persib.
Daniel Lončar, misalnya, masih terlihat mencari pemahaman dengan rekan-rekannya di lini belakang, terutama soal komunikasi, positioning dan cara menutup ruang.
Perbedaan kultur sepak bola dianggap ikut memengaruhi proses tersebut. Menurut Erix, sepak bola Eropa cenderung memiliki sistem pertahanan yang sangat sistemik. Sementara pemain yang baru datang ke Indonesia, perlu memahami bagaimana rekan setim membaca situasi secara kolektif.
Hal itu membuat laga pramusim menjadi penting karena bukan hanya soal mengejar kemenangan, tetapi juga membangun bahasa permainan yang sama.
Persoalan lain muncul dari jumlah pemain asing Persib yang mencapai sekitar 12 atau 13 nama. Sementara regulasi hanya memungkinkan 11 pemain didaftarkan.
Situasi tersebut membuat Igor Tolic harus menentukan siapa yang masuk skuad utama, siapa yang mungkin dipinjamkan, atau bahkan dilepas.
Kompleksitas ini semakin bertambah dengan menumpuknya jumlah pemain asing Persib yang kini menyentuh angka 12 hingga 13 pemain. Padahal, regulasi kompetisi hanya memberi kuota 11 pemain yang bisa didaftarkan.
Kondisi overload ini, memaksa Igor Tolic untuk berpikir ekstra keras dalam menentukan siapa yang masuk skuad utama. “Pilihannya, dipinjamkan atau terpaksa dilepas sebelum jendela transfer ditutup,” pungkasnya. (Adi/R5/HR-Online)

15 hours ago
8

















































