harapanrakyat.com,- Upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan terus dilakukan pemerintah melalui berbagai program penguatan usaha dan pembiayaan. Kali ini, Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan dukungan armada kapal berukuran besar hingga pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) untuk nelayan di Kabupaten Pangandaran.
Koperasi Nelayan Indonesia (KNI) Mina Lestari yang berlokasi di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, dipilih menjadi model percontohan pengembangan koperasi nelayan modern yang didorong mampu mengelola usaha perikanan secara profesional dan berkelanjutan.
Direktur LPMUKP, I Nengah Putra Winata, mengatakan penguatan armada menjadi langkah awal untuk meningkatkan kapasitas usaha nelayan. Selama ini, sebagian besar nelayan masih beroperasi di wilayah tangkap di bawah 12 mil laut karena keterbatasan kapal.
“Nelayan aktivitas utamanya menangkap ikan. Kami ingin membantu mereka berkembang melalui kepemilikan kapal yang lebih besar sehingga bisa menjangkau wilayah penangkapan yang lebih luas dan lebih produktif,” kata Nengah, Kamis 25 Juni 2026.
Menurutnya, kapal berukuran besar akan membuka peluang bagi nelayan untuk beroperasi lebih jauh hingga kawasan perikanan potensial di berbagai wilayah Indonesia. Dengan armada yang memadai, nelayan juga dapat melaut lebih lama dengan hasil tangkapan yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Berkah Musim Ikan Datang, Nelayan Pangandaran Mulai Tersenyum
“Kita ingin nelayan sukses. Karena itu kami bantu membangun model bisnisnya, dimulai dari penguatan armada agar usaha mereka memiliki arah dan prospek yang jelas,” tambah Nengah.
SPBUN untuk Nelayan Pangandaran
Tak hanya armada, LPMUKP juga menyiapkan dukungan infrastruktur berupa pembangunan SPBUN apabila dibutuhkan oleh nelayan setempat. Rencana tersebut telah dibahas bersama Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran.
Menurut Nengah, keberadaan SPBUN sangat penting karena bahan bakar merupakan kebutuhan utama dalam operasional penangkapan ikan.
“Dengan adanya SPBUN, nelayan tidak perlu kesulitan mendapatkan BBM dan bisa lebih fokus menjalankan usahanya,” katanya.
LPMUKP sendiri menyiapkan berbagai skema pembiayaan untuk mendukung pengadaan kapal yang nilainya mencapai Rp250 juta hingga Rp300 juta per unit. Kapal-kapal tersebut dirancang mampu beroperasi hingga dua bulan di laut dalam satu kali perjalanan dengan potensi hasil tangkapan mencapai puluhan ton ikan.
Meski demikian, sektor perikanan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama tingginya harga bahan bakar yang berdampak langsung terhadap biaya operasional nelayan.
Baca Juga: Nelayan Luar Daerah Dilarang Tangkap Baby Lobster di Pangandaran, HNSI Siapkan Aturan Zonasi
“Kondisi saat ini salah satu kendalanya adalah harga BBM yang mahal. Kadang harga BBM naik, kadang harga ikan turun. Karena itu perbankan juga sangat berhati-hati menyalurkan kredit ke sektor perikanan. Di sinilah negara harus hadir membantu masyarakat,” tuturnya. (Kiki/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

5 hours ago
6

















































