Pedagang Kaki Lima di Pelataran Masjid Batiturhman Tasikmalaya Akan Ditertibkan 

1 month ago 112

harapanrakyat.com,- Pemkab Tasikmalaya tengah bersiap menata ulang area berdagang di pelataran Masjid Agung Baiturahman, Kecamatan Singaparna. Langkah penertiban pedagang kaki lima (PKL) ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum dimulainya pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Baca juga: Atasi Masalah Sampah, Begini Cara Mahasiswa KKN Unsil Tasikmalaya Edukasi Penanganan dari Hulu sampai ke Hilir

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyebut bahwa pemerintah daerah tidak akan melakukan penggusuran tanpa memberikan solusi yang jelas bagi masyarakat.

“Penataan ini dilakukan untuk merapikan lokasi di sekitar Masjid Agung. Para pedagang nantinya akan kita tempatkan di lokasi baru. Saya meminta agar pedagang yang ada sekarang didata dengan akurat, jangan sampai bertambah, karena lokasi baru hanya diprioritaskan untuk pedagang lama,” ungkapnya Selasa (30/6/2026).

Rencana Penataan Area Depan Masjid Agung Baiturahman

Menurut Cecep, penataan ini sangat krusial mengingat area depan Masjid Agung Baiturahman masuk dalam rencana besar pembangunan pusat pelayanan terpadu. Pemerintah daerah ingin memastikan pusat ibadah dan pusat pelayanan publik dapat berdampingan dalam kondisi yang tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus mengembalikan fungsi Alun-Alun Singaparna sebagai ruang publik yang asri.

Baca juga: Soal Dugaan Gas Elpiji 3 Kg Kurang Isi dan Modifikasi Besi, Serikat Pemuda Tasikmalaya Mengadu ke DPRD

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Tasikmalaya, Dadang Tabroni, menyatakan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan yang humanis dan santun dalam menjalankan arahan bupati. Satpol PP bersama Dinas Perdagangan kini tengah melakukan pendataan agar proses relokasi berjalan tepat sasaran.

Operasi gabungan yang melibatkan Satpol PP dan Dishubkominfo sebelumnya juga telah menyasar area trotoar dan parkir liar yang memicu kemacetan di jam-jam sibuk. Petugas di lapangan ikut membantu para pedagang mengemasi barang dagangan menuju titik relokasi resmi yang telah dipetakan bersama pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Sementara itu Pedagang Kaki Lima, Reni mengaku legowo dan mendukung langkah pemerintah. Namun, berharap tempat relokasi yang disediakan nantinya tetap strategis dan ramai pembeli. “Kami mengikuti aturan silakan saja ditertibkan, asalkan dipindahkan ke tempat yang ramai seperti di sini. Saya yakin pemerintah daerah akan bijaksana,” tuturnya. (Apip/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |