harapanrakyat.com,- Pemprov Jawa Barat bersiap merancang pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sepanjang koridor Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Hal ini untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas, serta memberikan jaminan keselamatan bagi pejalan kaki. Khususnya di kawasan padat aktivitas seperti zona sekolah dan area perkantoran.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar mengatakan, proyek fisik tersebut nantinya berada di bawah kewenangan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR). Penentuan titik lokasi pembangunan JPO akan mengacu pada hasil analisis teknis komprehensif bersama Dinas Perhubungan (Dishub).
“Yang pasti akan ada penentuan pembangunan berdasarkan hasil kajian analisa dari DBMPR dan Dishub. JPO untuk memfasilitasi sekolah maupun perkantoran,” kata Adi, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tentukan Fokus Utama Pembangunan Jawa Barat Tahun 2027
Ia menyebutkan, saat ini Pemprov Jawa Barat sedang mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai pembangunan JPO di Jalan Soekarno-Hatta. Sebab, penanganan infrastruktur di sepanjang ruas tersebut melibatkan wewenang Kementerian Pekerjaan Umum.
“Masih pembahasan untuk konstruksinya. Karena perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU sebagai pengelola Jalan Soekarno-Hatta,” katanya.
Konstruksi JPO di Jalan Soekarno-Hatta Bandung Tunggu Finalisasi
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Rekayasa Jalan Diponegoro Membuat Akses Jalan Layang Pasupati Lebih Nyaman
Sambil menunggu finalisasi rancangan konstruksi JPO, Pemprov Jabar berkolaborasi dengan Pemkot Bandung untuk mengaplikasikan rekayasa keselamatan jangka pendek.
Dishub Jawa Barat bersama Dishub Kota Bandung telah memasang marka zona selamat sekolah, lampu peringatan atau warning light. Serta penambahan rambu petunjuk di area rawan penyeberangan.
Selain itu, kepolisian bersama petugas Dishub memperketat penjagaan fisik di lapangan. Penyiapan personel berfokus pada penyeberangan anak-anak sekolah pada jam padat masuk dan pulang sekolah.
“Sembari menunggu, ada penambahan personel, marka jalan, hingga rambu-rambu,” terang Adi.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Cipatat KBB; Bus Tabrak Honda Beat, Pengendara Tewas di Tempat
Sebagai informasi, pada 21 Agustus 2026 terjadi kecelakaan yang melibatkan dua pelajar SMKN 9 Bandung dengan pengendara sepeda motor di Jalan Soekarno-Hatta.
Saat itu, pengendara sepeda motor bersama penumpang melintas dari arah timur ke barat melalui lajur cepat. Sedangkan korban dua orang pelajar hendak menyeberang. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 hour ago
2

















































