Penemuan Kola Ashcroftine berlangsung di tambang Kirovsky. Tempat tersebut ada di pegunungan Khibiny yang ada di Semenanjung Kola, Rusia. Kola Ashcroftine pun termasuk mineral baru.
Baca Juga: Mengenal Bahan Kimia Korosif dan Dampaknya dalam Kehidupan
Penamaannya sendiri sesuai dengan penjelasan Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia. Penemuan ini sendiri memang sangat mengejutkan kalangan ilmuwan. Untuk menemukan informasi lebih lengkap lainnya, cek uraian berikut.
Kola Ashcroftine termasuk mineral baru karena memang memiliki karakteristik khas. Adapun hal yang membedakannya ialah komposisinya. Di dalam mineral baru ini, ada mangan, kalsium hingga fluorin.
Sementara untuk mineral memiliki karakteristik utama seperti halnya berwujud padat dan terbentuk lewat proses anorganik. Selain itu, mineral juga terjadi secara alami dan mempunyai struktur kristal pasti. Lebih lanjut, mineral juga memiliki komposisi kimia pasti.
Di dalam ilmu pengetahuan, struktur kristal mineral Kola Ashcroftine itu sendiri dinilai jadi salah satu struktur mineral kompleks. Tak hanya itu, mineral baru ini juga memiliki lapisan yang sangat tipis. Lapisan tersebut menutupi permukaan batunya dengan nilai rata-rata berkisar USD145 per milimeter.
Nilai tersebut tentunya jauh lebih tinggi jika kita bandingkan dengan nilai yang setara emas. Karena hal itu, Kola Ashcroftine memang memiliki nilai ekonomi tinggi. Lebih dari itu, penemuan Kola Ashcroftine juga mempunyai arti penting dalam penelitian geologi.
Kola Ashcroftine dalam Pandangan Geologi
Sesuai dengan penjelasan kalangan ilmuwan Rusia, mineral baru tersebut dianggap jadi gudang kimia kerak planet Bumi. Pandangan geologi ini muncul lantaran satu kristalnya memiliki kandungan unsur yang melimpah. Mulai dari kalium, natrium, fluorin, mangan, kalsium, yttrium, silikon dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Karakteristik, Kegunaan dan Hubungan Asam Asetat Glasial dengan Cuka
Mineral ini memang memiliki banyak unsur secara bersamaan dari tabel periodik. Untuk yttrium yang ada di dalamnya itu sendiri terbilang sebagai unsur kimia logam transisi langka. Warnanya abu-abu keperakan. Kemudian untuk natrium yakni unsur kimia yang wujudnya logam lunak dengan warna perak.
Selanjutnya untuk silikon yaitu unsur kimia alami yang merujuk pada polimer sintetis fleksibel. Unsur kimia ini juga tahan panas dan kerap digunakan di dalam kehidupan sehari-hari. Sementara untuk kalium ialah mineral penting sekaligus elektrolit di tubuh.
Berikutnya untuk fluorin di dalam penemuan Kola Ashcroftine ialah unsur kimia yang paling ringan dan termasuk golongan halogen kompleks. Pada umumnya, unsur tersebut sering dikaitkan dengan kesehatan gigi maupun industri sebab jadi unsur halogen paling reaktif sekaligus elektronegatif.
Selanjutnya ada mangan yang termasuk unsur kimia logam transisi dengan warna abu-abu kemerahan. Unsur ini memiliki sifat keras serta cenderung rapuh. Manfaatnya tidak hanya untuk industri berat saja, namun juga penting bagi peningkatan fungsi tubuh manusia.
Sementara untuk kalsium ialah unsur kimia yang termasuk ada di dalam tubuh manusia. Hampir 99% kalsium terakumulasi di gigi dan tulang.
Karakteristik Fisik Kola Ashcroftine
Penemuan Kola Ashcroftine memiliki karakteristik tersendiri. Untuk karakteristik fisiknya, mineral ini memiliki warna merah muda yang pucat. Selain itu, mineral ini juga terlihat transparan dan rapuh.
Perlu untuk diketahui pula bahwa ternyata Kola Ashcroftine juga termasuk mineral silikat sangat langka. Mineral silikat ialah bagian utama yang membentuk batuan. Bahkan silikat juga termasuk penyusun utama kerak planet Bumi.
Berkaitan dengan hal itu, mineral silikat memang kelompok mineral terbesar yang mampu membentuk 95% kerak planet Bumi. Dari sini bisa kita ketahui bahwa mineral silikat sangat mendominasi permukaan Bumi. Tak heran apabila penelitian tentang Kola Ashcroftine terbukti curi perhatian banyak pihak.
Pentingnya Temuan Kola Ashcroftine
Penemuan Kola Ashcroftine sangatlah penting. Sebelum adanya penemuan tersebut, endapan dengan kandungan ashcroftine hanya ada di Greenland, Italia dan Kanada. Oleh sebab itu, temuan Kola Ashcroftine ini mampu memperluas jangkauan distribusi deretan mineral langka tersebut.
Bukan hanya itu saja, penemuan ini juga memberi data yang berharga untuk melakukan penelitian secara lebih mendalam. Baik itu penelitian mengenai pembentukan maupun evolusi gerak planet Bumi.
Baca Juga: Bahan Kimia PFAS sebagai Forever Chemicals dalam Produk Sehari-hari
Penemuan Kola Ashcroftine memang mengejutkan. Hal ini karena penemuan Kola Ashcroftine tersebut menambah deretan mineral yang sudah ada sebelumnya. Kola Ashcroftine memang jadi mineral baru yang mengundang perhatian tim peneliti. Untuk ungkap informasi menarik lainnya tentang mineral ini, tentu perlu penelitian secara lebih lanjut. (R10/HR-Online)

11 hours ago
6

















































