Pengrajin Tahu di Kota Banjar Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Melambung

2 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Lonjakan harga bahan baku kedelai dan plastik kemasan membuat sejumlah pengrajin tahu di Kota Banjar, Jawa Barat, kelimpungan. Para pengrajin tahu terpaksa memperkecil ukuran tahu akibat tidak berani menaikkan harga jual ke konsumen untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Salah seorang pengrajin tahu di Lingkungan Jadimulya, RT 01, RW 07, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Enceng Rahmat, mengungkapkan bahwa kenaikan harga kedelai saat ini mencapai Rp 100.000 per kuintal atau naik Rp 1000 per kilogram.

Harga kedelai sebelumnya masih berada di angka Rp 980.000 per kuintal atau Rp 9.800 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 1.080.000 per kuintal.

Baca Juga: Bawang Merah Rp 50 Ribu, Beras Naik, Minyakita Pun Menghilang di Pasar Banjar 

Menurutnya, kenaikan ini diduga kuat rembetan dari situasi geopolitik global, seperti konflik di Timur Tengah yang memengaruhi jalur logistik perdagangan dari negara produsen seperti Amerika Serikat.

“Harga kedelai naik seribu rupiah. Tadinya kan per kuintal itu Rp980 ribu sekarang Rp1 juta lebih,” ujar Enceng kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Lanjutnya menyebut, harga plastik yang digunakan untuk mengemas tahu juga naik 100 persen dari sebelumnya Rp50 ribu saat ini menjadi Rp 100 ribu per pack sehingga menambah biaya produksi.

“Pembelian kita tuh bertambah. Kedelai nambah Rp100.000. Dari plastik juga nambah Rp50.000 Jadi, kan per hari itu Rp150.000 kita nambah buat biaya produksi,” ujarnya.

Lanjutnya mengatakan, untuk mensiasati tingginya harga kedelai terpaksa mengurangi ukuran tahu menjadi sedikit lebih kecil dari ukuran biasanya.

Baca Juga: Tunggakan Retribusi Pasar Banjar Capai Rp 3 Miliar, Diberikan Pembebasan Denda 

Meskipun, itu juga kadang juga mendapat keluhan dari pelanggan namun hal itu menjadi solusi agar keuntungan yang didapat tidak terpangkas biaya produksi.

Pengrajin Tahu di Kota Banjar Tak Ingin Naikkan Harga

Menurutnya, para pengrajin tahu cukup kesulitan jika harus menaikkan harga tahu di pasaran karena khawatir akan ditinggalkan oleh pelanggan.

“Susah kalau naikin harga tahu. Cuman ya, dikecilin sedikit. Itu juga kadang pembeli bilang kok kecil gitu. Pembeli kan penginnya yang murah ukurannya besar,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, selain memperkecil ukuran ia juga terpaksa mengurangi kapasitas produksi untuk menghindari kerugian akibat menurunnya permintaan.

Baca Juga: Kecelakaan Kerja Permanen Hingga Problem Ketenagakerjaan Jadi Atensi Buruh di Kota Banjar 

“Sebelum ada kenaikan biasanya produksi 1,5 kuintal atau tiga karung. Nah, sekarang saya berkurang jadi 1,3 kuintal karena pembelinya juga turun. Semoga ada solusi untuk harga kedelai,” ucapnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |