harapanrakyat.com,- Warga Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kabupaten Purwakarta mendadak gempar. ASN yang menjabat sebagai Kabid Pengelolaan Aset Daerah BKAD Pemkab Purwakarta, Yogi Saleh (46), tewas dengan kondisi bersimbah darah di dalam rumahnya, Minggu 14 Juni 2026 sekira pukul 21.30 WIB.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut. Setelah menerima laporan dari pihak keluarga, polisi langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan olah data awal.
Baca juga: Tragedi Pulang Wisuda: Istri Pejabat BKAD Purwakarta Temukan Suami Tewas Bersimbah Darah
“Petugas menemukan korban dalam posisi terlentang di sudut pintu kamar kerjanya. Sementara kondisinya sudah meninggal dunia dan bersimbah darah,” Hendra Rochmawan, Selasa (17/6/2026).
Polda Jabar Ungkap Kronologi Penemuan Jasad
Hendra berujar, kejadian ini mulanya diketahui oleh istri korban, Widia Utami beserta sang mertuanya, Lilis Sulistiarinny. Berdasarkan data yang Hendra peroleh, sejak pukul 16.00 WIB korban berada di rumah seorang diri karena anak, istri, dan mertuanya sedang menghadiri acara wisuda kelulusan di Hotel Harper, Bungursari. “Saat keluarga pulang sekitar pukul 19.30 WIB, kondisi rumah dalam kondisi gelap tanpa lampu yang menyala,” ujarnya.
Sang istri sempat berulang kali memanggil nama korban, tetapi tidak mendapatkan respons dari dalam rumah. Selain itu, seluruh pintu akses utama dalam keadaan tertutup dan terkunci rapat dari dalam.
Baca juga: Dedi Mulyadi Minta Maaf Atas Tragedi Meninggalnya Warga Purwakarta Akibat Pemalakan Saat Hajatan
“Keluarga merasa ada kejanggalan lalu berupaya masuk ke dalam rumah secara paksa. Mereka mencongkel jendela dapur di area belakang menggunakan parang atau kored,” ucapnya.
Setelah berhasil masuk dan menyalakan lampu, sang istri mendapati ceceran darah di depan kamar mandi dan area kamar kerja. Saat pintu kamar tersebut dibuka, korban ditemukan sudah terbujur kaku tak bernyawa.
Luka Sayatan dan Indikasi Percobaan Mengakhiri Hidup
Hendra menambahkan, berdasarkan hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah luka robek akibat senjata tajam pada tubuh korban. Luka-luka meliputi satu luka robek di bagian ulu hati, lima luka robek di area leher (dua di kiri, dua di kanan, dan satu di tengah), luka memar di kedua lutut serta mata kaki, serta bekas jeratan yang melingkar di leher korban.
“Petugas menemukan sebuah dapur yang terselip di bawah pundak sebelah kanan, kacamata, dompet, serta ponsel milik di sekitar jasad korban,” tuturnya.
Selain itu, petugas menemukan fakta lain di luar kamar berupa satu buah tangga yang bersandar di depan kamar mandi, serta penutup plafon menuju atap yang sudah terbuka.
Baca juga: Pesta Pernikahan di Purwakarta Berubah Duka, Ayah Pengantin Meninggal Dunia Dikeroyok Pemuda Mabuk
Di area atap rumah, ditemukan tiga buah tali kabel dan ikat pinggang yang sudah dalam keadaan terputus, serta sisa potongan kabel yang masih tergantung tidak jauh dari lokasi tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan petunjuk di lapangan, polisi menduga korban sempat melakukan percobaan mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di plafon rumah menggunakan tali kabel. “Ada dugaan percobaan mengakhiri hidup menggunakan kabel, karena gagal akhirnya melukai diri sendiri. Tapi ini masih hasil penyelidikan,” katanya. (Reza/R6/HR-Online)

7 hours ago
6

















































