Semangat Kemerdekaan, Warga Mandalaherang Sumedang Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 300 Meter

5 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Nuansa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semarak di Dusun Mandalaherang, Desa Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Warga RW 02 memasang bendera Merah Putih berukuran raksasa, yang membentang sekitar 300 meter di sepanjang Jalan Lingkungan RW 02.

Baca Juga: Pengibaran Bendera Merah Putih Berukuran Raksasa di Jajawar Kota Banjar, Jadi Cara Promosikan Wisata

Bendera tersebut dipasang menggunakan puluhan batang bambu sebagai penyangga. Pemasangannya dilakukan secara bersama-sama oleh ratusan warga sebagai bentuk gotong royong, sekaligus upaya menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

Tak hanya membentangkan bendera, masyarakat juga menghias lingkungan dengan berbagai ornamen bernuansa kemerdekaan. Lampu warna-warni, kerajinan tangan, hingga dekorasi berbahan hasil alam turut mempercantik kawasan permukiman.

Ide Gagasan Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 300 Meter

Tokoh masyarakat setempat, Atep Dahrum (64) mengatakan, pemasangan bendera raksasa itu merupakan hasil dari gagasan yang telah direncanakan sejak tahun sebelumnya. Ide tersebut muncul saat perayaan HUT RI 2025 dan baru bisa diwujudkan pada tahun 2026.

“Sebetulnya waktu Agustus 2025 sudah ada niat, tapi baru terlaksana tahun 2026 ini. Jadi program ini bukan mendadak, namun sudah kami program di tahun 2025,” kata Atep, Sabtu (15/8/2026).

Lanjutnya menuturkan, bahwa bendera merah putih sepanjang kurang lebih 300 meter itu dibuat dengan pembiayaan secara swadaya. Warga terlebih dahulu mengumpulkan dana untuk membeli kain. Kemudian proses penjahitan dilakukan oleh Ketua RT setempat, Cece Saripudin, bersama istrinya, Euis Juariah.

“Panjangnya kurang lebih 300 meter. Yang menjahit Pak RT dan Bu RT. Kami membeli bahan, kemudian dijahit oleh Ibu RT,” tuturnya.

Baca Juga: Asa di Sungai Cidurian, Saat Warga Padasuka Kota Bandung Menganyam Kemerdekaan Tanpa Ruang Terbuka

Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat bendera tersebut adalah kain satin. Setelah selesai dijahit, warga bersama-sama memasangnya di sepanjang jalan. Keahlian masyarakat juga dimanfaatkan untuk membuat dekorasi, termasuk kemampuan Ketua RW yang turut berperan dalam penataan ornamen lingkungan.

Pemasangan bendera merah putih sepanjang 300 meter itu dimulai sejak akhir Juli 2026. Menurut Atep, proses tersebut tidak menghadapi kendala berarti karena tingginya antusiasme dan kekompakan warga.

“Antusias warga dan soliditasnya memang sangat tinggi. Sinergitasnya juga sangat tinggi,” ujarnya.

Untuk seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembuatan bendera hingga dekorasi lingkungan, masyarakat mengeluarkan biaya sekitar Rp6 juta. Anggaran tersebut dihimpun melalui swadaya warga dan bantuan dari sejumlah donatur.

Bukan Sekadar Dekorasi

Sementara itu, Ketua RT 02, Cece Saripudin (59), mengungkapkan proses menjahit bendera merah putih sepanjang 300 meter dilakukan bersama sang istri sejak awal Juli. Keduanya mengerjakan jahitan secara bergantian dengan memanfaatkan waktu luang di tengah kesibukan sehari-hari.

Ia mengaku sangat bangga serta terharu dapat menyelesaikan tugas untuk menjahit bendera tersebut. “Dijahit mulai awal Juli, saya sama istri bergantian menjahit kalau ada waktu luang,” kata Cece.

Bagi warga, keberadaan bendera raksasa tersebut bukan sekadar dekorasi untuk memperindah lingkungan selama bulan kemerdekaan. Kegiatan itu juga menjadi sarana mempererat hubungan antar warga dan mempertahankan tradisi gotong royong.

Baca Juga: Unik! Lorong Setda Ciamis Disulap Bak Bioskop untuk Semarakkan HUT RI Ke-81, Pajang Poster Sinematik para Pejabat

“Harapannya semarak HUT ke-81 RI di Mandalaherang dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. (Aang/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |