Terdampak Jalan Rusak: Massa dari 3 Kecamatan di Garut Desak Perbaikan, Pemkab Hanya Mampu Tambal Sulam

21 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Massa dari tiga kecamatan yang terdampak parah oleh jalan rusak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, akhirnya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Garut, Kamis (20/8/2026).

Perwakilan masyarakat dari Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy tersebut menuntut percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang telah terbengkalai selama bertahun-tahun.

Setelah berorasi di gerbang Kantor DPRD, perwakilan massa aksi berhasil menemui Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, beserta jajaran legislatif untuk melakukan audiensi langsung. Namun, diskusi yang berlangsung di ruang paripurna itu berjalan sangat alot dan sempat memanas lantaran keterbatasan anggaran daerah.

Baca Juga: Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Masuk APBD, Ribuan Warga Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy Ancam Pisah dari Garut

Terdampak Jalan Rusak Sepanjang 40 Km yang Terbengkalai 10 Tahun

Tuntutan utama dari kelompok masyarakat Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy ini adalah perbaikan total jalan sepanjang 40 kilometer (Km) yang menghubungkan wilayah mereka. Warga mendesak agar proyek rehabilitasi jalan tersebut dapat segera direalisasikan sepenuhnya pada tahun 2026.

Selama proses audiensi, interupsi dan kritik tajam terus dilayangkan kepada pihak DPRD dan dinas terkait. Massa menilai pemerintah daerah abai karena kondisi jalan utama di wilayah mereka sudah hancur selama lebih dari satu dekade.

Menanggapi desakan tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut mengalami keterbatasan fiskal yang sangat ketat.

Secara kalkulasi teknis dengan standar nasional, perbaikan jalan secara menyeluruh dari Banjarwangi hingga Peundeuy membutuhkan biaya yang sangat besar, yakni mencapai Rp 100 miliar.

Karena keterbatasan dana, Pemkab Garut hanya sanggup mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar dari APBD untuk rehabilitasi seadanya atau tambal sulam pada tahun ini.

Baca Juga: Ribuan Warga akan Kepung DPRD Garut, 220 Elf Bakal Mogok Operasi Tuntut Perbaikan Jalan

Solusi Jangka Pendek dan Kekecewaan Warga atas Perbaikan Seadanya

Meskipun anggaran daerah terbatas, Bupati Syakur mengatakan bahwa perbaikan jalan ini juga mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat melalui program Instruksi Jalan Daerah (IJD) sepanjang 6,5 Km.

Untuk mengatasi desakan masyarakat yang terdampak jalan rusak dan menginginkan percepatan perbaikan, Pemkab Garut berkomitmen melakukan tambal sulam di titik-titik yang paling mendesak mulai bulan November 2026.

“Terkait dengan kondisi jalan ke sana, tadi diskusi dan cerita tentang harapannya. Dan ujungnya sepakat untuk jangka pendek kita akan selesaikan jalan lebih layak dilewati. Yang telah ada dari anggaran IJD itu untuk 6,5 Km. Untuk 2027 kami mempunyai komitmen sampai Peundeuy. Aspirasi masyarakat ingin segera perbaikan dengan kondisi yang layak, dan sesegera mungkin digunakan, kata Bupati Syakur, Kamis (20/8/2026).

Ia juga menjabarkan detail teknis dan kendala keuangan daerah yang mengharuskan pemerintah mengambil kebijakan penyesuaian ini.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy: Pusat Kucurkan Rp 42 Miliar, Pemkab Garut Alokasikan Rp 5 Miliar

“Untuk pengerjaan segera di bulan November Rp 2,5 miliar, tentu dari APBD. Masalahnya kan waktu, kalau perhitungan sampai Peundeuy ya Rp 100 miliar, itu menggunakan standar nasional. Tapi kita masalahnya keterbatasan fiskal. Idealnya sekarang keinginan masyarakat menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” terang Abdusy Syakur Amin.

Meski ada kesepakatan alokasi dana darurat sebesar Rp 2,5 miliar dari APBD Garut, massa tetap merasa kurang puas. Hal ini karena impian masyarakat adalah melihat akses jalan dari Kecamatan Banjarwangi hingga Peundeuy dalam kondisi yang mulus sepenuhnya. Namun, karena terbatasnya keuangan daerah, perbaikan jalan terpaksa dilakukan apa adanya terlebih dahulu. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |