harapanrakyat.com,- Warga Lingkungan Sumanding Wetan, RT 03 RW 22, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, kembali menggelar tradisi tahunan Hajat Bumi. Kegiatan yang menginjak tahun ketiga ini berlangsung meriah dengan menyajikan gebyar seni lintas perbatasan.
Ketua Panitia Acara, Muhammad Syarif Nurhidayatullah, atau yang akrab disapa Romo Syarif, mengungkapkan bahwa gelaran Hajat Bumi tahun ini sengaja dibuat lebih semarak dengan menonjolkan sisi kebudayaan.
“Kebetulan ini yang ketiga kali. Di tahun ketiga ini kita memberi gebyar dalam seninya, yaitu seni lintas perbatasan,” kata Romo Sarif saat ditemui di sela-sela kegiatan, Jumat (3/7/2026) malam.
Baca Juga: Ratusan Warga Sukatani Sumedang Meriahkan Tradisi Rebutan Hasil Bumi pada Hari Jadi Desa ke-140
Ia menjelaskan, tujuan utama dari dihadirkannya seni lintas perbatasan adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar warga serta para pelaku seni dari berbagai daerah.
Romo Sarif menyebutkan, acara ini juga turut dihadiri oleh para budayawan dari luar daerah Jawa Barat, seperti Magelang, Dieng, hingga Yogyakarta. Mereka datang untuk ikut serta mementaskan kesenian dan menghibur masyarakat setempat.
Lanjutnya menegaskan, Hajat Bumi ini merupakan bentuk tasyakur binni’mat atas segala rezeki dan kehidupan yang telah dinikmati.
“Tujuannya kita tasyakur binni’mat. Istilahnya apa yang kita pijak selama hidup kita, apa yang kita makan selama berada di tanah pertiwi ini, ya kita harus syukuri,” tegasnya.
Hajat Bumi di Mekarsari Kota Banjar Sajikan Gebyar Seni Lintas Perbatasan
Baca Juga: Pawai Kreasi Tumpeng Sedekah Bumi di Waringinsari Kota Banjar, Simbol Kerukunan dan Kemakmuran Warga
Rangkaian acara Hajat Bumi ini berlangsung selama beberapa hari dengan hari pertama penampilan Tari Jaipong, Pencak Silat, dan sajian musik.
Kemudian, hari kedua penampilan Pencak Silat dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Banjar. Serta pertunjukan seni khas dari kawasan Gunung Dieng, Jawa Tengah.
Selanjutnya, pada malam harinya akan ada pertunjukan Tari Ronggeng yang dengan penampilan awal tari dari anak-anak warga setempat. Untuk hari terakhir penutupan acara dengan pagelaran kesenian Ebeg atau Kuda Lumping.
Baca Juga: Mengulas Tradisi Ngaruwat Bumi di Subang, Ungkapan Rasa Syukur Hasil Bumi Melimpah
Kegiatan ini sengaja digelar di lingkungan tersebut karena mereka merupakan warga asli daerah Sumanding Wetan. Romo Sarif pun berharap, melalui momentum Hajat Bumi ini, generasi muda tidak melupakan akar budaya dan sejarah leluhurnya sendiri.
“Harapan saya, masyarakat dan generasi muda kedepannya tidak buta dengan sejarah, tidak buta dengan budaya. Serta tidak buta dengan apa yang diwariskan oleh leluhur kita,” pungkasnya. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 day ago
12

















































