harapanrakyat.com,- Sebuah video yang beredar luas di media sosial baru-baru ini memancing perhatian publik. Melalui unggahan akun Instagram @badanperwakilannetizen2, terlihat sejumlah orang yang datang menggunakan kendaraan mendatangi bangunan sederhana di Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan diduga sedang melakukan pertukaran barang berupa obat-obatan terlarang. Video rekaman yang diduga memperlihatkan transaksi narkoba itu viral di media sosial.
Kabar yang menyebar itu pun segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian setempat. Kapolsek Cililin, Iptu Isman Rusmandijanto, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat, terlebih yang menyangkut keamanan dan ketertiban umum di wilayah hukumnya.
“Begitu kami menerima laporan dan melihat unggahan yang beredar, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kebenarannya. Respons cepat menjadi kunci agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah lebih dini,” ujar Isman saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Isman menjelaskan, sesampainya di lokasi yang ditunjuk dalam rekaman tersebut, pihaknya mendapati bangunan itu dalam keadaan tertutup rapat dan sepi dari aktivitas warga.
“Tidak ada orang maupun benda yang mencurigakan yang dapat ditemukan di tempat kejadian, sehingga aparat tidak dapat langsung melakukan penindakan,” ujarnya.
Sebagai langkah pengamanan awal, pihak kepolisian kemudian memasang garis pembatas (Police Line) di sekeliling bangunan tersebut. Tim yang dikerahkan terdiri dari anggota Bidang Reserse dan Kriminalitas Polsek Cililin yang memiliki keahlian khusus dalam menelusuri jejak kejahatan.
Bangunan Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba di Cihampelas KBB
Berdasarkan pengamatan sekilas, bangunan itu tampak menyerupai warung kecil atau tempat usaha sederhana yang biasa dijumpai di lingkungan warga.
“Namun, fungsi sebenarnya maupun aktivitas apa saja yang pernah berlangsung di dalamnya belum dapat dipastikan sepenuhnya saat ini, masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tutur Isman.
Modus pemanfaatan tempat yang tampak biasa saja sebagai persembunyian aktivitas gelap memang kerap terjadi. Hal ini membuat penelusuran menjadi lebih teliti, mengingat pelaku kerap menyamarkan kegiatannya agar luput dari pantauan lingkungan sekitar maupun aparat.
Baca Juga: Sambut Libur Sekolah, Disparbud Bandung Barat Perketat Pengawasan Objek Wisata
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berjalan. Polisi berjanji akan mengungkap fakta selengkap mungkin, mulai dari siapa pemilik bangunan hingga siapa saja yang kerap berkunjung ke sana. Masyarakat pun diharapkan terus berperan aktif memberikan informasi jika melihat hal mencurigakan di lingkungannya. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

1 month ago
85
















































