Batok Kelapa Disulap Jadi Kempis Air, Kerajinan Yayan di Kota Banjar Tembus Pasar Luar Negeri 

1 day ago 12

harapanrakyat.com,- Tangan kreatif Yayan Sutisna, warga Dusun Pasirnagara, RT 13, RW 03, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, mampu menyulap limbah alam menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

Berbekal batok kelapa, buah labu, hingga bambu, Yayan menghasilkan berbagai produk kerajinan, mulai dari kempis atau tempat air, cangkir, mangkok, hingga kap lampu dan berbagai aksesori.

Yayan menuturkan, ia mulai memanfaatkan limbah alam tersebut untuk membuat berbagai produk kerajinan sejak 2013. Saat itu, ia melihat banyak limbah alam yang belum termanfaatkan secara optimal.

Seiring berjalannya waktu, Yayan menangkap peluang tersebut dengan mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Baca Juga: Musim Kemarau, PDAM Tirta Anom Kota Banjar Pastikan Penyaluran Air Bersih Normal

Menurutnya, sejumlah produk yang dibuat dari limbah alam tersebut antara lain kap lampu, cangkir dari batok kelapa, mangkok, serta kempis air atau tempat air.

Baca Juga: Anggota DPR RI, Rina Saadah dan KKP Gencarkan Gemarikan Cegah Stunting di Kota Banjar

“Awalnya di sini banyak limbah. Bahan baku kita dari limbah alam batok kelapa, labu sama bambu,” kata Yayan kepada harapanrakyat.com, Sabtu (1/8/2026).

Dalam sehari, Yayan mampu memproduksi sekitar 100 cangkir dan 50 unit kempis air. Dari berbagai produk tersebut, kempis air dan cangkir berbahan batok kelapa menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan.

Untuk membuat produknya lebih mengilap sekaligus menghilangkan bau khas dari bahan alam, Yayan menggunakan cairan pewarna khusus.

Harga Kerajinan Buatan Yayan di Kota Banjar

Harga kerajinan buatan Yayan pun cukup bervariasi, tergantung jenis dan model produk pesanan konsumen.

“Untuk kantong dari buah labu itu sekitar Rp45 ribu satu pieces. Kalau kempis air tergantung model, tapi rata-rata kisaran Rp25 ribu,” ujarnya.

Yayan mengatakan, pemasaran produk kerajinan buatannya kini lebih banyak mengandalkan platform online dan e-commerce. Cara tersebut menurutnya, sangat efektif untuk menjangkau konsumen di luar daerah.

Ia berharap usaha kerajinan berbahan limbah alam tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Terlebih, sejumlah produknya kini telah berhasil dikirim ke berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri.

Baca Juga: Petani di Kota Banjar Mulai Khawatir Masa Tanam Bakal Terdampak Kemarau Panjang 

“Kita 95 persen pemasaran melalui online. Kadang ke Jawa Tengah dan Jawa Timur ada. Paling dari Papua ada. Pernah juga ke Amerika dan Jerman,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |