Peluncuran jersey terbaru Persib Bandung untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027, selalu menghadirkan cerita unik bagi kalangan Bobotoh. Salah satu yang memicu kehebohan adalah keberadaan merek Combiphar sebagai sponsor baru Persib Bandung.
Baca Juga: Gokil! Belum 24 Jam Usai Launching, Jersey Persib Bandung Ludes Terjual
Kehadiran logo perusahaan kesehatan ini mendadak viral, lantaran dikaitkan dengan narasi historis persaingan sengit antara Bobotoh dan The Jakmania. Momen tersebut diabadikan akun Instagram @bandungfootball pada Selasa, 25 Agustus 2026, saat launching jersey Persib Bandung.
Dalam tayangan yang diunggah, video memperlihatkan review jersey terbaru Pangeran Biru. Rekaman tersebut juga menampilkan secara mendetail jajaran sponsor komersial yang resmi bekerja sama dengan Persib Bandung untuk musim baru.
Menariknya, netizen pemilik akun @r_indriyani*** justru fokus kepada sponsor berlogo cacing di jersey tersebut. Hal itu mengingatkannya pada momen saat The Jakmania membentangkan spanduk psywar dalam duel Persib vs Persija.
“Keukeuh, salfok sama gambar cacing di jersey Persib,” tulisnya di kolom komentar. Komentar ini langsung mendapat respons luas dan perbincangan hangat dari sesama kalangan Bobotoh di media sosial.
Sejumlah netizen menilai kemitraan obat cacing ini sangat tepat dengan rivalitas kedua tim. Mereka menganggap Persib Bandung merupakan sosok penakluk yang siap membasmi julukan cacing tersebut.
“Combiphar itu perusahaan Combantrin. Real pembasmi cacing siga si eta,” tulis salah satu netizen membalas komentar akun @r_indriyani*** yang kemudian menjadi viral.
Baca Juga: Hadapi Manila Diggers, Bobotoh Kuningan ini Harapkan Persib Bandung Main Efektif
Usut punya usut, istilah cacing memiliki sejarah tersendiri dalam rivalitas panas kedua kelompok suporter. Diketahui cacing tersebut merupakan umpatan balasan dari para Bobotoh kepada kubu Persija Jakarta.
Awal kisah bermula ketika oknum The Jakmania membentangkan spanduk di tribun bertuliskan “Kalah jadi cacing, menang jadi naga”. Pembentangan spanduk provokatif itu terjadi saat laga krusial musim 2025/2026.
Pertandingan tersebut mempertemukan dua rival abadi sepak bola Indonesia, Maung Bandung dan Macan Kemayoran. Laga bertensi tinggi itu berjalan sengit dan ketat sepanjang 90 menit pertandingan.
Pertandingan pada akhirnya dimenangkan oleh Persib Bandung. Hasil akhir di lapangan hijau tersebut, langsung mengubah konstelasi psywar antar-kelompok suporter secara drastis setelah peluit panjang dibunyikan.
Dari sinilah awal mula Bobotoh memberi umpatan kepada The Jakmania bahwa Persija adalah “cacing”. Kemenangan Pangeran Biru sukses membalikkan psywar spanduk tribun yang dibuat oleh rival.
Hasil ini menjadi momen senjata makan tuan bagi suporter lawan. Sindiran yang niat awalnya untuk menjatuhkan mental, justru berbalik menghantam pertahanan psikologis skuad dan pendukung rival sendiri.
Kemitraan Komersial Resmi Persib Bandung dan Alasan Hadirnya Logo Combiphar
Meski sempat memicu salah fokus di kalangan fans, hadirnya Combiphar murni merupakan bentuk kerja sama profesional. Kemitraan strategis ini terjalin guna memperkuat finansial klub dalam mengarungi kompetisi.
Logo Combiphar sendiri kini terpasang secara resmi di bagian jersey tim. Penempatan logo produk kesehatan terkemuka ini menambah deretan jajaran sponsor megah Persib Bandung musim 2026/2027.
Hingga kini, unggahan akun Instagram @bandungfootball yang memperlihatkan detil jersey Persib Bandung telah mendapat tayangan lebih dari 1,7 juta kali, 169 ribu suka, dan 2.400 komentar.
Baca Juga: Persib Bisa Panen Trofi dan Cuan jika Turun Kasta? Sekjen BOBOKO Kuningan Beri Analisis
Sponsor Persib Bandung dengan hadirnya logo Combiphar menjadi warna unik dalam perjalanan klub. Sinergi ini membuktikan profesionalisme manajemen Maung Bandung, dalam menggaet kemitraan komersial yang semakin solid untuk mengarungi musim 2026/2027. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

4 hours ago
8

















































