Buka Masa Sosialisasi SPMB, Disdik Jawa Barat Tegaskan Tidak Ada Jalur Zonasi untuk Sekolah Maung

20 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat resmi memulai tahapan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Namun, SPMB program Sekolah Manusia Unggul (Maung) tidak akan menggunakan jalur zonasi, melainkan hanya jalur prestasi.

Baca juga: Disdik Jawa Barat Tegaskan Program Sekolah Maung Tak Ubah Nama SMA dan SMK, Tapi Transformasi Substansi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan, masa sosialisasi resmi mengenai tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung serentak di seluruh wilayah Jawa Barat. Khusus untuk Sekolah Maung, SPMB akan mulai lebih dulu, dan akan berlangsung selama lima hari mulai dari 25 sampai 29 Mei 2026.

“Kami mulai menyosialisasikan SPMB di Jawa Barat. SPMB Sekolah Maung kami mulai buka pada 25 sampai 29 Mei 2026. Pak Gubernur sudah menetapkan Sekolah Maung,” kata Purwanto, Senin (18/5/2026).

Tidak Ada Jalur Zonasi untuk Sekolah Maung, Seleksi Berbasis Potensi Akademik dan Sertifikat Kejuaraan

Purwanto berujar, terdapat 41 sekolah negeri di Jawa Barat yang menjadi penyelenggara program Sekolah Maung yang terdiri dari 28 SMA dan 13 SMK Negeri. SPMB di 41 Sekolah Maung ini hanya menggunakan jalur prestasi akademik maupun non-akademik dan tidak ada jalur zonasi.

“Totalnya 41 Sekolah Maung terdiri dari 28 SMA dan 13 SMK negeri. Tidak menggunakan zonasi, hanya jalur prestasi akademik dan non-akademik. Jadi maaf, yang zonasi di Sekolah Maung tidak ada lagi,” ujarnya.

Baca juga: Disdik Jawa Barat Masih Tunggu Juknis Pelaksanaan SPMB Sekolah Maung

Lebih lanjut, Purwanto menjelaskan, penilaian prestasi akademik untuk Sekolah Maung berdasarkan tes potensi akademik, rekam jejak kemampuan belajar, serta hasil pemetaan cerdas bakat istimewa murid. Sedangkan, penilaian prestasi non-akademik, tim seleksi akan memvalidasi kepemilikan sertifikat atau piagam kejuaraan resmi.

“Yang prestasi akademik bisa memakai potensi akademik, kemampuan akademik, dan cerdas bakat istimewa. Sedangkan yang non-akademik, menggunakan sertifikat kejuaraan baik dalam bidang seni, olahraga, keagamaan, dan kepemimpinan,” tuturnya.

Baca juga: 41 SMA dan SMK Diusulkan Jadi Sekolah Maung, Disdik Jabar; Menunggu Izin Kemendikdasmen

Disdik Jawa Barat berharap, calon murid baru maupun para orang tua bisa memahami SPMB untuk Sekolah Maung agar proses pendaftaran berjalan lancar. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |