harapanrakyat.com,- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menyiapkan langkah mitigasi berlapis, guna mengantisipasi potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti selama musim kemarau panjang. terlebih, TPA Sarimukti yang ada di Kabupaten Bandung Barat ini, pernah terdampak kebakaran pada 19 Agustus 2023.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana mengatakan, pihaknya telah menerapkan dua upaya penanganan internal yang mencakup fisik dan nonfisik dan kolaborasi eksternal.
Dari aspek fisik internal, pengelola menghentikan praktik pembuangan terbuka open dumping di Zona 5 sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
Pengelola telah menerapkan metode landfill mining atau menguruk Zona 5, yang mana pengerjaannya telah mencapai 40 persen guna menekan risiko kemunculan titik api. Selain itu, jaringan instalasi hidran mandiri telah terpasang di berbagai titik kritis area TPA.
“Sesuai arahan Menteri LH, Zona 5 tidak boleh open dumping. Sejak bulan lalu kami sudah menutup dengan tanah, saat ini sudah 40 persen. Lalu membangun sistem hidran di titik-titik kritis. Kami belajar dari 2023. Jadi nanti tinggal menyambung selang dan mengalirkan air,” kata Arief, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: TPA di Kabupaten Tasikmalaya Terbakar, Puluhan Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Si Jago Merah
Strategi Ketat DLH Jabar Amankan TPA Sarimukti
Selain penguatan sarana fisik, pengelola TPA Sarimukti mengencangkan pengawasan nonfisik melalui penegakan aturan ketat bagi seluruh aktivitas di area pembuangan.
Petugas lapangan secara masif menyosialisasikan larangan menyalakan api maupun merokok kepada para pemulung, serta pengemudi truk sampah yang memasuki area landfill.
“Kami mengimbau para pemulung dan sopir armada sampah agar mematikan rokok saat memasuki area landfill,” tegasnya.
Sedangkan langkah eksternal, DLH Jawa Barat menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bandung Barat serta PT Pertamina. Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan penanganan tanggap darurat, serta simulasi penanggulangan kebakaran bagi para petugas di lapangan.
“Untuk penguatan eksternal, kami berkoordinasi dengan Damkar Bandung Barat serta mendapat bantuan pelatihan handling dan penanganan kebakaran dari Pertamina,” ucapnya.
Baca Juga: DLH Jawa Barat Beberkan Upaya untuk Memperpanjang Usia Zona 5 TPA Sarimukti
Sebagaimana informasi, dalam waktu kurang dari satu bulan terdapat tiga TPA di Jawa Barat yang mengalami kebakaran. Kasus kebakaran terjadi di TPA Ciniru, Kabupaten Kuningan pada 12 Agustus 2026. Kemudian, Pasir Bajing, Kabupaten Garut pada 25 Agustus 2026. Terakhir TPA Nangkaleah di Kabupaten Tasikmalaya pada 26 Agustus 2026. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

9 hours ago
10

















































