Ketika muncul minyak pada wajah, adanya sel kulit mati, hingga bakteri yang menumpuk di dalam pori-pori mampu menimbulkan dan membuat komedo wajah bau. Hal ini sering menciptakan aroma kurang sedap, terutama saat komedo mengalami peradangan. Baunya juga bisa terasa lebih kuat pada area wajah yang menghasilkan minyak berlebih. Selain itu, perubahan kondisi kulit pun dapat memengaruhi jumlah sebum dan bakteri di permukaan kulit.
Baca Juga: Skincare DNA Ikan Trout untuk Regenerasi Kulit dan Jaga Kelembapan Alami Wajah
Komedo Wajah Bau Akibat Penumpukan Sebum
Komedo terbentuk saat sebum bercampur dengan sel kulit mati di dalam pori. Sumbatan tersebut dapat menghasilkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri. Proses ini bisa memicu aroma tidak sedap pada area kulit tertentu.
Selain itu, komedo terbuka biasanya tampak hitam karena sumbatan mengalami oksidasi. Sedangkan komedo tertutup memiliki permukaan berwarna putih atau menyerupai warna kulit. Kedua jenis komedo ini bisa muncul bersamaan pada wajah yang memproduksi minyak berlebih.
Dalam produksi sebum yang tinggi ternyata mampu membuat wajah terasa lebih lengket. Minyak tersebut bercampur dengan keringat, debu, dan sisa produk perawatan kulit. Hasilnya, penumpukan berbagai zat bisa memperkuat komedo wajah bau pada permukaan kulit.
Bakteri Membuat Komedo Bau
Selanjutnya, bakteri yang hidup secara alami pada kulit bisa berkembang lebih cepat ketika pori mengalami penyumbatan. Sebum menjadi sumber nutrisi bagi beberapa jenis bakteri. Aktivitas bakteri tersebut bisa menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma kurang sedap.
Baca Juga: Rajin Cuci Muka Tetap Jerawatan, Inilah Beberapa Penyebabnya
Bahkan kondisi kulit yang mengalami peradangan juga dapat memperburuk aroma. Peradangan ini membuat area komedo tampak kemerahan, membengkak, atau terasa nyeri. Pada kondisi tertentu, komedo pun bisa berkembang menjadi lesi jerawat yang lebih meradang.
Lebih lanjut, komedo wajah bau tidak selalu berasal dari komedo itu sendiri. Keringat, minyak, dan mikroorganisme pada permukaan kulit juga berperan. Oleh sebab itu, aroma pada wajah bisa muncul dari beberapa faktor secara bersamaan.
Faktor yang Memperkuat Bau pada Komedo
Ada beberapa faktor yang ternyata bisa memperkuat bau dari komedi di wajah. Kelembapan kulit yang tinggi bisa mendukung aktivitas mikroorganisme. Hal ini sering muncul pada area wajah yang mudah berkeringat. Seperti halnya bagian hidung, dahi, dan dagu cenderung mengalami penumpukan minyak lebih banyak.
Selain itu, sisa kosmetik dan produk berbasis minyak juga dapat bercampur dengan sebum. Campuran tersebut berpotensi menyumbat pori serta memperberat komedo. Tekstur kulit kemudian terlihat lebih kasar dan pori tampak lebih jelas.
Tak hanya penggunaan produk, perubahan hormon turut memengaruhi produksi sebum. Peningkatan hormon tertentu dapat merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif. Kondisi tersebut akhirnya meningkatkan risiko komedo dan memperkuat aroma pada kulit.
Baca Juga: Ciri-ciri Skin Barrier Sehat, Kulit Terasa Halus dan Lembab
Kini bisa diketahui bahwa komedo wajah bau berkaitan dengan penumpukan sebum, sel kulit mati, keringat, dan mikroorganisme pada pori. Bukan hanya itu, produksi minyak berlebih serta peradangan bisa memperkuat aroma yang muncul. Dalam hal ini, komedo wajah bau yang terus menetap, nyeri, bengkak, atau cairan dari kulit harus mendapat perhatian lebih karena dapat menunjukkan kondisi yang berbeda dari komedo biasa. (R10/HR-Online)

12 hours ago
12

















































