harapanrakyat.com,- Hamparan rumput hijau di Situ Gede Tasikmalaya saat surut di musim kemarau, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untung berswafoto.
Baca juga: Kabupaten Tasikmalaya Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan
Para pengunjung ini datang ke Situ Gede yang berada di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya pada sore hari. Mereka datang di kala panas sudah tidak lagi terik.
Pemandangan instagramable ini tidak setiap tahun terjadi. Hanya jikalau Danau Situ Gede surut akibat kemarau, hamparan rumput hijau setinggi setengah meter itu menghiasi danau tersebut.
Alasan Berburu Foto di Situ Gede Tasikmalaya
Salah seorang warga asal Tamansari, Hendra mengaku datang bersama keluarganya lantaran ingin berswafoto di hamparan rumput hijau, karena langka terjadi.
“Saya datang kesini sama anak istri, ingin foto aja pemandangannya rumput hijau, karena kan sekarang lagi surut yah musim kemarau,” ungkapnya Jumat (31/7/2026).
Meski demikian Hendra mengeluhkan dengan akses jalan di sekitaran Situ Gede yang kondisinya rusak parah. Ia merasa tidak senang dengan akses tersebut. Karena hal ini akan berdampak terhadap kunjungan wisata ke tempat tersebut.
“Sayang sekali yah jalannya rusak, harusnya cepat diperbaiki karena sayang, pasti banyak keluhan pengunjung dengan jalan rusak, danau seindah ini harusnya jalannya diperbaiki,” tuturnya.
Baca juga: Hamparan Rumput Hijau di Situ Gede Kota Tasikmalaya, Fenomena Langka Saat Kemarau
Pengelola Situ Gede, Adi Tia Janaka, mengatakan penyusutan air mulai terjadi sejak sekitar empat bulan terakhir. Kondisi surutnya air justru menghadirkan pemandangan yang berbeda di kawasan wisata.
“Sudah hampir tiga tahun Situ Gede tidak mengalami penyusutan seperti sekarang. Justru sekarang ada sedikit peningkatan pengunjung. Terutama pada sore hari, karena banyak yang datang untuk berfoto di area yang biasanya terendam air,” ungkapnya.
Menurutnya, dampak utama dari penyusutan debit air bukan dirasakan sektor pariwisata. Melainkan masyarakat yang memanfaatkan air Situ Gede untuk kebutuhan pertanian jadi kesusahan air.
“Kalau untuk kunjungan wisata masih stabil seperti biasa. Yang terdampak justru pengairan untuk warga. Air untuk sawah-sawah mulai sangat berkurang sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan air,” katanya. (Apip/R6/HR-Online)

8 hours ago
4

















































