Fenomena di Ciamis, SMP Negeri di Kota Diserbu Pendaftar Sementara Sekolah Pinggiran Kekurangan Siswa

12 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis memastikan daya tampung siswa baru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Tahun Ajaran Baru ini dalam kondisi aman dan terpenuhi. Meski begitu, Disdik tidak menampik adanya ketimpangan sebaran siswa. SMP Negeri di wilayah perkotaan terpantau kelebihan pendaftar, sedangkan sekolah di wilayah pinggiran justru kekurangan siswa.

Baca Juga: SPMB SMP Ciamis 2026 Tuntas, Mayoritas Sekolah Penuhi Kuota Siswa Baru

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Ciamis, Aris Gunanto, membenarkan fenomena tersebut. Ia mengungkapkan, bahwa penumpukan calon siswa hanya terjadi di klaster kota. Di antaranya di SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 4. 

“Alhamdulillah secara umum memenuhi. Tapi yang kelebihan (pendaftar) itu hanya di kota. Bagi anak-anak yang kemarin tidak masuk SMP Negeri di kota, mereka melanjutkannya ke sekolah swasta yang ada di Ciamis,” katanya kepada HR Online, Jumat (31/7/2026). 

Sebaliknya, Aris menyebut hampir sebagian besar sekolah di luar wilayah kota atau pinggiran masih kekurangan siswa, termasuk SMPN 6 dan SMPN 7 Ciamis.

Baca Juga: Hanya Dapat Satu Murid, Disdik Ciamis Pastikan Layanan Pendidikan di SDN 2 Salakaria Tetap Maksimal

Langkah Disdik Ciamis Antisipasi Ketimpangan SMP Negeri Siswa Kota dan Pinggiran

Aris mengungkapkan, bahwa langkah antisipasi ketimpangan ini sebenarnya sudah berjalan sejak awal tahun. Ia menjelaskan, Disdik Ciamis sudah melakukan pemetaan potensi siswa sejak bulan Januari, jauh sebelum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dibuka pada Juli.

Setiap sekolah diwajibkan menghitung prediksi lulusan SD di wilayah sekitar. Kemudian, mengunci daya tampung maksimalnya di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sesuai ketersediaan ruang kelas.

“Jadi per 1 Januari itu sudah ada SK Kepala Dinas terkait kuota daya tampung. Misal SMP Negeri 1 Ciamis hanya bisa menampung 8 rombongan belajar (rombel). Kalau prediksinya melebihi, sisa kuota pendaftar akan diarahkan ke sekolah-sekolah pinggiran,” jelasnya.

Disdik juga memperketat izin penambahan kuota kelas. Sekolah tidak bisa egois menambah rombel hanya demi gengsi kuantitas siswa. Penambahan kuota hanya direstui jika ruang kelas fisik, ketersediaan guru, hingga meja-kursi benar-benar mencukupi.

“Kadang ada persepsi kepala sekolah kalau siswanya banyak itu sebuah kebanggaan. Padahal bukan itu. Ada yang minta 11 ruangan, tapi setelah kami cek Dapodik ruangannya cuma ada 10, langsung kami cut. Kami sesuaikan juga dengan beban jam mengajar guru,” tegas Aris.

Ia mengakui, bahwa kekurangan siswa di sekolah pinggiran kerap memicu kekhawatiran para guru terkait pemenuhan syarat 24 jam mengajar untuk tunjangan sertifikasi. Menanggapi hal itu, Aris memastikan Disdik Ciamis sudah menyiapkan solusi regulasi.

“Kekurangan jam mengajar akan diselesaikan di internal sekolah, dengan memberikan tugas tambahan yang sah. Misalnya menjadi wali kelas, pengurus perpustakaan, atau pengelola laboratorium. Jadi skema kerja dialihkan tanpa menyalahi aturan, dan guru tetap mengajar di sekolah tersebut,” katanya.

Terkait jalur masuk, Aris memaparkan bahwa porsi zonasi mendominasi hingga 80 persen. Sisanya diisi jalur prestasi dan afirmasi. Namun, persentase tersebut fleksibel mengikuti kondisi lapangan, mengingat saat ini jarang pendaftar yang menggunakan jalur afirmasi (kartu miskin) atau perpindahan orang tua.

Lulusan SMP Dipastikan Tertampung di SMA/SMK

Pada kesempatan yang sama, Aris membeberkan data kelulusan SMP di Kabupaten Ciamis tahun ajaran 2025/2026 yang mencapai 12.667 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 137 sekolah (80 SMP Negeri dan 57 SMP Swasta).

Meski belum menerima data serapan resmi dari pihak SMA/SMK, Aris mengimbau orang tua tidak perlu cemas anaknya tidak mendapat sekolah. Berdasarkan koordinasi dengan pihak pengawas maupun MKKS, total daya tampung SMA/SMK di Ciamis justru melebihi jumlah lulusan SMP.

“Daya tampung SMA/SMK di kita itu lebih banyak dari total lulusan SMP. Jadi space-nya sangat cukup dan tidak ada ancaman anak tidak sekolah,” kata Aris.

Menurutnya, isu adanya anak yang tidak tertampung biasanya hanya riak insidental kedaerahan karena faktor gengsi. Banyak calon siswa yang memaksakan diri harus masuk ke SMA negeri favorit di kota, seperti SMAN 1 atau SMAN 2 Ciamis.

Padahal, opsi sekolah di Ciamis sangat luas. Selain SMA/SMK swasta, anak-anak bisa melanjutkan ke pondok pesantren, atau mengambil jalur pendidikan kesetaraan melalui Paket C di PKBM yang ada di tiap kecamatan.

Baca Juga: Disdik Ciamis Berencana Merger Sekolah Dasar, Karena Kekurangan Siswa?

Sementara itu, untuk penyerapan dari tingkat SD ke SMP Negeri dan Swasta, Disdik Ciamis mencatat ada sebanyak 13.414 siswa SD yang diproyeksikan masuk ke jenjang SMP pada tahun ajaran baru ini. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |