harapanrakyat.com,- Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dump truck muatan sirtu (pasir dan batu), bernomor polisi F 8155 HP dengan satu unit microbus bernopol E 7670 PA yang membawa belasan penumpang, terjadi di Jalan Raya Bandung-Cirebon. Tepatnya di jalur masuk Tol Cisumdawu gerbang Karapyak, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026) malam.
Akibat benturan yang kuat, dump truk terguling dan hampir menutup akses jalan menuju Cirebon. Muatan material sirtu pun tumpah dan berserakan di badan jalan.
Salah satu penumpang mikrobus, Ecih menuturkan, kendaraan yang ditumpanginya sedang dalam perjalanan dari Bandung menuju Indramayu usai menghadiri acara keluarga. Saat itu, microbus baru saja keluar dari sebuah minimarket.
Baca Juga: Benteng Rumah dan Warung Kopi di Garut Hancur setelah Dihantam Mobil
“Mobil baru keluar dari Indomaret, tiba-tiba ditabrak dump truck muatan sirtu dari belakang. Sepertinya pengemudi truk tidak sabar,” kata Ecih di lokasi kejadian.
Ia menyebutkan, mikro bus tersebut mengangkut sekitar 15 orang penumpang, mayoritas perempuan dan anak-anak. Dalam kejadian itu, satu orang penumpang perempuan dewasa mengalami luka ringan pada bagian tangan akibat terkena batu yang masuk ke dalam kendaraan.
“Penumpangnya ibu-ibu sekitar 12 orang, ada juga anak-anak. Yang luka satu orang, tangannya kena batu,” terang Ecih.
Baca Juga: Truk Fuso Bermuatan Hebel Terguling di Rajapolah Tasikmalaya, Lalu Lintas Sempat Tersendat
Penyebab Dump Truck Muatan Sirtu Terguling
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sumedang, Ipda Rd. Arief menjelaskan, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi dump truk tidak mampu menghindari mikro bus yang berada di depannya.
“Kecelakaan melibatkan truk pengangkut batu dan kendaraan elf. Dugaan sementara, truk berupaya menghindari kendaraan di depannya. Namun, untuk penyebab pastinya masih kami dalami,” kata Arief.
Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Cikoneng Ciamis, Satu Pengendara Sepeda Motor Tewas
Ia pun memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Proses evakuasi material sirtu yang tumpah ke jalan dilakukan dengan bantuan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sumedang.
Selama proses evakuasi, petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan memberlakukan sistem buka tutup jalan. “Arus lalin dilakukan rekayasa. Alhamdulilah sampai saat ini lancar terkendali,” pungkas Arief. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

6 hours ago
6

















































