harapanrakyat.com,- Jembatan Rawabogo yang sudah puluhan tahun menjadi andalan warga di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, akan segera dibangun ulang. Struktur kayunya yang sudah tua akan diganti menjadi konstruksi beton dan baja yang lebih kokoh. Anggaran senilai Rp 8 miliar telah disiapkan dari kas daerah.
Rencana ini ditegaskan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, usai meninjau lokasi jembatan yang terletak di Kampung Babakan Garut, Desa Rancasenggang tersebut. Ia menyatakan perbaikan ini menjadi prioritas. Hal ini mengingat peran vital jembatan bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Saya melihat langsung kondisi jembatan ini yang usianya sudah cukup tua. Padahal, jalur ini sangat penting dan sering dilalui warga. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk segera memperbaikinya tahun ini juga,” ujar Jeje, Sabtu (6/6/2026).
Jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Ciminyak ini bukan sekadar penghubung antar-desa di wilayah Sindangkerta. Jalur ini juga sering dimanfaatkan sebagai rute alternatif menuju Ciwidey, Kabupaten Bandung.
Dikenal pula dengan sebutan Sasak Sancang, jembatan ini dibangun pada era 1980-an dan memiliki ciri khas tersendiri, yakni berkerangka kayu beratap seng. Ke depannya, bangunan unik tersebut akan dibongkar total. Jembatan akan diganti dengan desain yang lebih aman dan tahan lama.
“Nantinya akan dibangun ulang menggunakan bahan baja dan beton yang jauh lebih kuat. Ukurannya pun diperlebar: jika sebelumnya lebarnya hanya 4 meter, maka yang baru akan dibuat selebar 6 meter dengan panjang 20 meter agar lebih nyaman dilalui kendaraan,” jelas Jeje.
Baca juga: Demi Keselamatan Wisatawan, Pemda KBB Lakukan Pemetaan 43 Destinasi Wisata Rawan di Lembang
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Bandung Barat, Asep Indra, menyampaikan bahwa proses pembangunan saat ini masih dalam tahap penyusunan dokumen lelang. Targetnya, proses pelelangan bisa dimulai pada bulan Juli mendatang.
“Kami masih menyelesaikan persiapan administrasi, termasuk penilaian aset jembatan lama oleh tim penilai independen. Setelah semuanya selesai, bangunan lama akan dibongkar dan pekerjaan pembangunan baru bisa dimulai,” terang Asep.
Dana sebesar Rp 8 miliar untuk proyek ini telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Pihaknya berharap seluruh rangkaian proses berjalan lancar. Dengan demikian, jembatan baru bisa segera dinikmati warga dengan tingkat keamanan yang jauh lebih baik. (Juhaeri/R6/HR-Online)

15 hours ago
11

















































