Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut Sebelum Wafat

16 hours ago 14

harapanrakyat.com,- Banyak orang sering memperdebatkan kebenaran cerita Nabi Musa Menampar Malaikat hingga bola matanya terlepas. Faktanya, kejadian nyata ini tercatat sangat jelas dalam ajaran Islam, terutama sebagaimana literatur hadits nabi riwayat shahih Bukhari dan Muslim. Oleh karena itu, kita wajib memahaminya secara benar agar tidak muncul keraguan terhadap agama.

Selanjutnya, peristiwa mengejutkan ini bermula ketika utusan Allah datang menyerupai seorang manusia laki-laki biasa. Utusan tersebut secara tiba-tiba masuk ke dalam rumah sang nabi tanpa mengucapkan salam.

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Musa yang Berkhianat Menyesatkan Bani Israil

Kedatangan sosok asing yang mendadak ini jelas membuat sang pemilik rumah merasa sangat terancam. Akibatnya, ia langsung melayangkan pukulan keras demi mempertahankan nyawanya dari dugaan upaya pembunuhan.

Alasan Nabi Musa Menampar Malaikat Pencabut Nyawa

Kemudian, ulama besar seperti Ibnu Khuzaimah memberikan penjelasan terkait kisah nabi yang polemik ini. Pada awalnya, nabi utusan Tuhan tersebut sama sekali tidak mengenali identitas asli sang tamu. Ia murni bertindak refleks untuk mengusir penyusup tak diundang yang masuk ke dalam kediamannya. Apalagi, syariat agama memang membolehkan setiap orang untuk membela diri dari ancaman orang asing.

Di samping itu, wujud utusan pencabut nyawa yang berupa manusia menyebabkan fisiknya bisa cedera. Pendapat senada juga disampaikan oleh ulama bernama Al-Maziri mengenai sifat wujud fisik penyamaran ini. Ketika makhluk gaib berubah menjadi manusia sempurna, matanya tentu berfungsi layaknya manusia biasa. Oleh karenanya, pukulan kuat sang nabi secara otomatis mampu membuat mata utusan tersebut rusak.

Baca juga: Shafura Istri Nabi Musa yang Sopan dan Shalehah

Setelah itu, utusan ini segera kembali ke langit untuk melapor kepada Tuhan semesta alam. Ia mengadukan bahwa hamba yang didatanginya bersikap kasar seolah tidak menginginkan kematian sama sekali. Mendengar laporan dari utusan tersebut, Allah SWT langsung menyembuhkan mata yang rusak seperti semula. Bahkan, Allah sama sekali tidak menghukum sang nabi karena tindakannya murni ketidaksengajaan akibat membela diri.

Hikmah Nabi Musa Menampar Malaikat

Lebih lanjut, Allah menyuruh utusan tersebut turun kembali untuk menemui hamba-Nya dengan wujud biasa. Malaikat maut lantas membawa sebuah tawaran perpanjangan umur yang istimewa dari Tuhan semesta alam. Sang nabi dipersilakan meletakkan tangannya di atas punggung seekor sapi jantan yang berbulu lebat. Setiap helai bulu yang tertutup telapak tangannya akan bernilai satu tahun tambahan jatah usia.

Akan tetapi, sang nabi segera menanyakan hal yang terjadi setelah masa tambahan umur berakhir. Malaikat pun menjawab dengan tegas bahwa ujung dari semua penundaan itu tetaplah sebuah kematian. Mendengar jawaban yang sangat pasti itu, tawaran umur panjang tersebut langsung ditolak dengan tegas. Beliau menyadari bahwa menunda kematian sama halnya dengan sekadar menunda pertemuan indah bersama Tuhan.

Baca juga: Keteladanan Nabi Musa dan Kisahnya Melawan Fir’aun

Sebaliknya, tokoh Islam Muhammad Al-Ghazali sempat memberikan kritik tajam terhadap riwayat ini. Ia menilai bahwa seorang utusan Tuhan yang mulia tidak mungkin membenci datangnya sebuah kematian. Namun, mayoritas ulama pakar hadis tetap meyakini kesahihan riwayat tersebut tanpa ada keraguan sedikitpun. Mereka sepakat bahwa nabi keturunan Bani Israil ini sebenarnya sekadar mempertahankan diri dari bahaya.

Sementara itu, ia justru lebih memilih untuk segera meninggal dunia menyusul kejadian Nabi Musa menampar malaikat yang penuh hikmah tersebut. Permintaan terakhirnya hanyalah dimakamkan pada sebuah lokasi yang berdekatan dengan wilayah suci Baitul Maqdis. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |