Kisah Tragis Bagaimana Raja Namrud Mati Akibat Seekor Nyamuk

12 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Banyak orang ingin tahu kisah bagaimana Raja Namrud mati menurut catatan sejarah Islam. Penguasa Babilonia ini sangat sombong hingga berani mengaku sebagai seorang tuhan. Bahkan, ia sering menyiksa setiap rakyat yang menolak untuk tunduk kepadanya.

Ia merupakan raja yang memiliki wilayah kekuasaan membentang dari timur ke barat. Oleh karena itu, kerajaannya sangat besar dengan jumlah pasukan yang sangat luar biasa. Tidak ada satupun kerajaan lain yang berani menyerang wilayah kekuasaannya saat itu.

Proses Raja Namrud Mati Akibat Masuknya Nyamuk

Sebelum masa kehancurannya tiba, sang penguasa sempat membakar Nabi Ibrahim hidup-hidup. Namun, Allah menyelamatkan utusan-Nya sehingga kobaran api tersebut berubah menjadi sangat dingin. Bahkan, sang penguasa tetap menolak ajakan bertobat dan terus menyombongkan diri.

Tuhan kemudian memerintahkan malaikat untuk membuka pintu datangnya serangan serangga terbang. Jutaan serangga tersebut menutupi cahaya matahari dan langsung menyerbu pasukan sang penguasa. Gerombolan serangga ini seketika menghisap darah dan daging para tentara hingga habis.

Sementara itu, sang penguasa berhasil selamat dan hanya bisa menyaksikan kekalahan pasukannya. Sesudah pasukannya hancur, seekor serangga kecil berupa nyamuk mendadak masuk menembus ke lubang hidungnya. Serangga penghisap darah tersebut kemudian hidup di dalam kepalanya selama berabad-abad lamanya.

Selama 400 tahun, ia hidup tersiksa layaknya orang yang hilang akal. Hewan bersayap itu terus bersarang dan memakan isi otaknya dari hari ke hari. Hukuman ini diberikan sebagai balasan atas sikapnya yang selalu menentang perintah Tuhan.

Untuk meredakan rasa sakitnya, ia sering menyuruh pelayan memukuli kepalanya dengan keras. Pukulan menggunakan batang besi besar itu dilakukan setiap hari tanpa pernah henti. Terkadang, ia juga menggunakan palu godam untuk memukul kepalanya sendiri secara berulang.

Meskipun menderita sakit luar biasa, rasa sombong di hatinya tidak pernah luntur. Nabi Ibrahim masih berkali-kali menjenguknya demi mengajak penguasa Babilonia itu untuk bertobat. Sayangnya, hati sang penguasa sudah sangat tertutup oleh kesombongan yang luar biasa tebal.

Akhir Mengenaskan Kehidupan Sang Penguasa Babilonia 

Ia terus menolak kebenaran meskipun hewan kecil itu terus merusak isi kepalanya. Keberadaan serangga ini sangat menyiksa sekaligus menghancurkan semua kebesaran yang ia miliki. Mahkota dan kedudukannya sama sekali tidak bisa menyelamatkannya dari azab yang pedih.

Setelah otak sang penguasa habis termakan, bagian depan kepalanya perlahan mulai terbuka. Kemudian, seekor binatang berukuran besar merayap keluar dari dalam rongga kepalanya itu. Kondisi mengerikan ini menjadi pertanda berakhirnya masa kejayaan sang raja Babilonia tersebut.

Semua kekuasaan yang dibangun dengan kezaliman akhirnya hancur lebur tanpa tersisa sedikitpun. Hukuman ilahi ini memperlihatkan betapa lemahnya manusia di hadapan kekuasaan alam semesta. Peristiwa sejarah ini senantiasa diceritakan kembali sebagai pelajaran berharga bagi generasi penerus.

Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kesombongan manusia tidak ada artinya sama sekali. Makhluk sekecil apa pun bisa menjadi tentara Tuhan untuk menghancurkan berbagai kezaliman. Begitulah sejarah kelam bagaimana Raja Namrud yang angkuh itu mati secara hina. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |