harapanrakyat.com,- Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah sempat mengalami beberapa kali perubahan lokasi, Pemkab Ciamis kini membidik lahan untuk Sekolah Rakyat di Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti sebagai lokasi final proyek strategis nasional dari Kementerian Sosial tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ikhsan Rasyad mengungkapkan, perjalanan menemukan lahan yang tepat ini cukup panjang karena adanya kriteria ketat dari pusat.
Salah satu syaratnya yaitu pemerintah daerah diwajibkan menyediakan lahan minimal lima hektar dengan kondisi topografi yang tidak terlalu terjal. Atau memiliki kemiringan maksimal di kisaran 10 persen.
“Sudah empat kali kita mengajukan lahan untuk Sekolah Rakyat kepada pemerintah pusat. Terakhir sekarang di Kecamatan Cihaurbeti,” ungkap Ikhsan kepada harapanrakyat.com, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: 13.980 Siswa SD Lulus di Ciamis, Rancah Jadi Wilayah dengan Persaingan Sekolah Paling Ketat
Pengajuan Lahan untuk Sekolah Rakyat di Ciamis
Lanjutnya menjelaskan, awalnya Pemkab Ciamis sempat mengajukan tanah kas Desa Panjalu setelah opsi di daerah Maloya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Meski tim surveyor dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai lokasi di Panjalu cukup layak, rencana tersebut terpaksa dibatalkan.
Pasalnya, kontur tanah memerlukan biaya pengurukan dan pemadatan yang sangat besar dan sepenuhnya harus ditanggung oleh APBD. Selain itu, lahan tersebut juga terindikasi masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang dilindungi undang-undang.
Tak berhenti di sana, Bupati Ciamis kemudian mengusulkan lahan eks Cipur di dalam kota dengan konsep tukar guling bersama pihak Kodim. Komunikasi tingkat pimpinan bahkan sudah menemui kesepakatan.
Namun, saat Dinas Sosial bersama tim melakukan pengukuran riil di lapangan, luas tanah yang bisa diserahkan hanya mencapai 3,6 hektar. Sebagian lahan lainnya ternyata masih aktif digunakan untuk dapur pembekalan dan asrama prajurit. Sehingga luasnya tidak mencukupi standar minimal.
Pilihan Terakhir Lahan Kebun di Cihaurbeuti
Perburuan lahan untuk Sekolah Rakyat berlanjut ke lahan eks sawah milik Rodres. Sayangnya, kondisi tanah bekas persawahan tersebut dinilai tidak cukup kokoh untuk mendirikan bangunan bertingkat dua. Hingga akhirnya, pilihan jatuh pada lahan kebun di Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti.
Lahan ini merupakan gabungan aset milik Desa Sumberjaya dan Desa Cihaur. Setelah melalui tiga kali proses survei oleh Kementerian PU, kontur tanah di lokasi ini akhirnya resmi dinyatakan layak.
Pihak pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat menyambut baik rencana tersebut, dan sepakat untuk menggunakan sistem tukar guling lahan. Meski demikian, Pemkab Ciamis masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah sebelum pembangunan fisik bisa mulai.
Terdapat 18 unit rumah warga berstatus semi permanen dan tidak permanen yang berdiri di atas tanah desa tersebut, dan harus segera direlokasi.
Selain itu, Pemkab juga berkewajiban membangun jalan alternatif bagi penduduk. Lantaran akses jalan yang ada saat ini akan ikut tertutup oleh benteng kawasan Sekolah Rakyat.
Siap Masuk Daftar Prioritas Lelang Jika Persyaratan Rampung
Jika seluruh persyaratan administrasi dan sosial tersebut rampung, Ciamis bersiap untuk masuk ke daftar prioritas lelang pembangunan yang kini memasuki tahap ketiga.
Persaingan untuk mendapatkan kuota ini terbilang ketat. Mengingat ada sekitar 400 kabupaten/kota di Indonesia yang turut mengusulkan program serupa ke pemerintah pusat.
Saat ini, Pemkab Ciamis tengah dikejar waktu untuk melengkapi berbagai dokumen penunjang. Seperti sertifikat tanah, IMB, dokumen Amdal, hingga Amdal Lalu Lintas.
Kehadiran Sekolah Rakyat ini dinilai sangat mendesak bagi Kabupaten Ciamis. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat ada sekitar 13.000 anak tidak sekolah (ATS) di Ciamis. Sementara itu, total warga yang berada dalam kategori miskin ekstrem atau masuk dalam data Desil 1 dan Desil 2 mencapai angka 200.000 jiwa.
Validasi Data Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem
Jika proyek ini resmi dilelangkan untuk Ciamis, Dinas Sosial akan langsung menerjunkan tim ke 27 kecamatan untuk memvalidasi data anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tersebut, agar bisa langsung bersekolah.
Baca Juga: Sambil Tunggu Pembangunan Permanen, Dua SMP di Ciamis Disiapkan Jadi Sekolah Rakyat Rintisan
Program Sekolah Rakyat ini dipastikan ramah bagi masyarakat karena mengusung konsep penanganan kemiskinan secara holistik. Anak-anak yang lolos seleksi berdasarkan tingkat ekonomi keluarga, tanpa melihat nilai akademis, akan masuk asrama selama 24 jam secara gratis.
Pemerintah pusat akan menanggung seluruh fasilitas. Mulai dari makan, pakaian seragam sebanyak delapan jenis, hingga pemanfaatan laptop dan komputer.
Tidak hanya itu, orang tua siswa yang memiliki rumah tidak layak huni juga akan dibantu pembangunannya. Termasuk mendapatkan program pemberdayaan ekonomi agar keluarga yang bersangkutan bisa mandiri dan lepas dari jerat kemiskinan. (Fahmi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
4

















































