Kurban Tanpa Plastik, Warga Cimuruy Sumedang Bagikan Daging dengan Rinjing Bambu

6 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Panitia kurban di Dusun Cimuruy, Desa Mekarmulya, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menghadirkan inovasi ramah lingkungan dalam pembagian daging kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah. 

Untuk pertama kalinya, daging kurban dibagikan menggunakan rinjing atau wadah anyaman bambu yang selalu digunakan untuk mewadahi buah-buahan, sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi sampah plastik yang kerap meningkat saat momentum pembagian daging kurban. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan rinjing juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM dan para pengrajin anyaman bambu di wilayah setempat.

Baca Juga: Sapi Kurban Bantuan Bupati Mengamuk saat Hendak Disembelih di Polres Sumedang

Rinjing yang dipakai merupakan hasil karya warga Dusun Cimuruy dan daerah sekitar. Menjelang Iduladha, permintaan rinjing mengalami peningkatan sehingga membantu menambah penghasilan para perajin lokal.

Ketua DKM Masjid At-Taqwa Dusun Cimuruy, Ato Radianto mengatakan, penggunaan rinjing dipilih karena memiliki manfaat ganda, yakni menjaga lingkungan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.

“Penggunaan rinjing ini sengaja kami terapkan untuk mengurangi ketergantungan pada kantong plastik. Selain itu, produk ini dibuat langsung oleh warga sekitar sehingga bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung UMKM lokal,” kata Ato, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Polres Sumedang Pastikan Isu “Teror Pocong” Tidak Benar, Warga Diminta Tak Sebar Hoaks

Alasan Panitia Kurban di Cimuruy Sumedang Kurban Tanpa Plastik

Menurutnya, keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh harga plastik yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Ia berharap penggunaan wadah tradisional seperti rinjing dapat menjadi kebiasaan baru dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Rinjing ini merupakan produk khas masyarakat Sumedang, khususnya warga Dusun Cimuruy. Kami ingin tradisi ini tetap terjaga dan terus digunakan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya.

Melalui langkah tersebut, panitia kurban dan DKM Masjid At-Taqwa berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah plastik semakin meningkat. 

“Kami berharap produk kerajinan lokal buatan warga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Inovasi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai penggunaan rinjing lebih praktis, alami, dan memberikan kesan unik dalam pembagian daging kurban.

Salah seorang penerima daging kurban, Herni (50) mengaku senang dengan penggunaan wadah anyaman bambu tersebut.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dorong Pelestarian Rumah Tradisional di Sumedang

“Menurut saya ini bagus karena lebih ramah lingkungan dan terlihat khas tradisional. Selain menerima daging kurban, kami juga ikut mendukung hasil karya warga sendiri,” katanya. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |