harapanrakyat.com,- Program Sekolah Maung yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memicu antusiasme luar biasa pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Dua sekolah percontohan di Kota Cimahi, yakni SMKN 1 Cimahi dan SMAN 3 Cimahi, kini menjadi pusat persaingan ketat ribuan calon siswa yang memperebutkan kuota terbatas.
Baca Juga: SMKN 1 Cimahi Buka Layanan Langsung & Info Digital untuk Permudah SPMB
Hingga Jumat (29/5/2026), data menunjukkan lonjakan pendaftar yang signifikan di kedua sekolah tersebut. SMKN 1 Cimahi mencatat 1.239 pendaftar untuk kuota hanya 672 kursi. Sedangkan, SMAN 3 Cimahi mencatat 606 pendaftar dengan ketersediaan tempat sebanyak 384 kursi.
Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat hingga penutupan pendaftaran pada Jumat (29/5/2026) malam, pukul 21.00 WIB.
Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Cimahi, Erwin, menyebutkan bahwa lonjakan ini dipengaruhi oleh nama besar program Sekolah Maung.
Hal paling mencolok dalam seleksi tahun ini adalah perubahan kebijakan drastis di SMKN 1 Cimahi. Sekolah kejuruan unggulan tersebut resmi meniadakan jalur masuk umum, termasuk jalur zonasi, jalur afirmasi, dan jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM).
Sebagai gantinya, akses masuk hanya dibuka melalui jalur prestasi akademik, kompetensi non-akademik, dan prestasi kejuaraan. Dari total pendaftar di SMKN 1, mayoritas sebanyak 1.118 orang mendaftar melalui jalur penilaian rapor.
Baca Juga: Ingin Masuk Sekolah Maung Jawa Barat? Ini Syarat, Jalur, dan Jadwal Pendaftarannya
“Saat ini kami fokus penuh pada tahap verifikasi berkas. Prosesnya butuh ketelitian tinggi, karena satu pendaftar bisa memakan waktu sekitar 10 menit untuk mencocokkan dokumen unggahan dengan berkas asli. Kami mohon pengertian dan kesabaran dari para orang tua mengingat antrean yang sangat panjang ini,” ungkap Erwin.
Syarat Masuk SMAN 3 Cimahi: Standar Nilai Tinggi
Sama ketatnya dengan SMKN 1, SMAN 3 Cimahi juga menerapkan standar tinggi bagi calon siswa. Kepala SMAN 3 Cimahi, Endi Diana Ruskandi menjelaskan, kriteria tahun ini jauh lebih berat.
“Bagi yang masuk lewat jalur akademik, calon siswa wajib memiliki nilai rata-rata rapor minimal 85, ditambah wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA),” jelasnya.
Sedangkan, untuk jalur non-akademik nilai rata-rata rapor minimal 80, dan wajib memiliki sertifikat juara tingkat provinsi hingga nasional di bidang olahraga, seni, atau keagamaan.
“Tingginya minat warga Cimahi terhadap Sekolah Maung ini menjadi bukti nyata bahwa, masyarakat sangat menaruh harapan besar pada gagasan Gubernur Dedi Mulyadi untuk melahirkan lulusan berkualitas,” kata Endi Diana Ruskandi.
Penghapusan jalur zonasi dan penerapan syarat nilai yang tinggi menandai perubahan peta persaingan pendidikan di Cimahi. Program Sekolah Maung gagasan Dedi Mulyadi ini fokus melahirkan lulusan berkualitas dengan hanya menerima siswa yang memiliki rekam jejak akademik dan prestasi gemilang. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

9 hours ago
12

















































