Misteri Kematian Satu Keluarga di Glamping Posong Temanggung, Badan Geologi Pastikan Tak Ada Gas Vulkanik Berbahaya

6 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat melakukan pengecekan insiden penemuan satu keluarga yang meninggal dunia di kawasan wisata Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil pengujian teknis di lokasi kejadian, petugas memastikan tidak menemukan adanya indikasi paparan gas vulkanik berbahaya yang bersumber dari aktivitas Gunung Sindoro maupun kebocoran gas alam.

Langkah tanggap darurat ini diambil guna mendukung proses penyelidikan intensif yang tengah berjalan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Temanggung.

Seperti diketahui, empat orang korban yang merupakan satu ikatan keluarga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area glamping tersebut pada Rabu 27 Mei 2026.

“Menindaklanjuti arahan pimpinan, maka Badan Geologi melakukan koordinasi dan pengecekan lapangan terkait kejadian tersebut. Pengecekan lapangan dilakukan dengan pengukuran konsentrasi gas menggunakan peralatan detektor gas dari Badan Geologi,” ujar Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga: Toko Oleh-Oleh di Solo Favorit Wisatawan untuk Belanja Kuliner Legendaris hingga Batik Keraton

Hasil Uji Klinis Parameter Gas di Area Wisata Glamping Posong

Lana memaparkan, pengujian sampel udara di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan secara komprehensif pada beberapa titik krusial.

Parameter pengukuran berfokus pada ambang batas kandungan gas beracun yang lazim muncul di kawasan aktif vulkanik. Hasil rekam alat detektor menunjukkan angka yang sangat aman bagi aktivitas manusia.

Baca Juga: Temuan Manuskrip Kuno Abad ke-16 di Cilacap Jadi Bukti Otentik Sejarah Wali Songo

Berdasarkan data resmi Badan Geologi, kadar Karbondioksida (CO₂) berada di angka nominal 0,03 persen.

Sedangkan, parameter gas berbahaya lainnya seperti Hidrogen Sulfida (H₂S), Sulfur Dioksida (SO₂), dan Karbon Monoksida (CO) seluruhnya mencatatkan angka 0 ppm (parts per million). Ini berarti bersih atau tidak terdeteksi sama sekali.

“Hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran. Vegetasi di sekitar lokasi teramati dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan indikasi kerusakan akibat paparan gas berbahaya. Pada saat ini, aktivitas Gunung Sundoro berada pada tingkat Normal atau Level I,” ujarnya.

Dengan keluarnya hasil rekomendasi teknis dari Badan Geologi ini, spekulasi mengenai penyebab kematian korban akibat fenomena alam atau gas beracun dari kawah gunung terbentah total.

Baca Juga: Wisata Boyolali, Pesona Budaya Kembangkuning dan Daya Tarik Cepogo Cheese Park

Penyelidikan kini difokuskan sepenuhnya pada ranah hukum pidana dan kedokteran forensik oleh tim penyidik Polres Temanggung. Tujuannya untuk mengungkap penyebab utama kematian para korban. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |