harapanrakyat.com,- Kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Pasteur mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kecelakaan tragis itu terjadi pada Rabu, 17 Juni 2026, sekitar pukul 14.20 WIB.
Baca Juga: Ratusan Driver Ojol di Garut Geruduk Polsek Cibatu Buntut Kasus Penganiayaan di Stasiun
Korban yang berupaya mendahului kendaraan di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), tetapi kehilangan kendali karena kondisi jalan rusak. Kemudian, korban jatuh ke arah kiri hingga masuk ke kolong Bus DAMRI. Korban pengemudi ojol pun terlindas hingga akhirnya tewas.
Dedi tak menampik, bahwa banyak jalan yang berstatus milik nasional yang tersebar di berbagai titik di Jawa Barat dalam kondisi rusak. Meski begitu, Pemprov Jawa Barat tidak bisa langsung melakukan perbaikan karena terkendala kewenangan.
Namun, Dedi mengaku sudah melayangkan surat ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Surat itu berisikan usulan penyerahan pengelolaan jalan milik nasional ke Pemprov Jawa Barat atau Pemkot Bandung.
“Jalan nasional di Jawa Barat saat ini banyak yang rusak. Dari sisi kebijakan, kami sudah berkirim surat ke Kementerian PU, agar menyerahkan pengelolaannya ke provinsi atau ke pemerintah kota setempat. Kami tidak memperbaiki sebelum ada penyerahan resmi,” kata Dedi dikutip Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Laka Lantas Truk Tabrak Scoopy di Tanjungsukur Kota Banjar, Seorang Ibu Meninggal Dunia
Berkaca dari Kejadian Ojol Tewas Akibat Jalan Rusak, Gubernur Jabar Dorong Alih Kelola Jalan Nasional ke Daerah
Dedi berharap Kementerian PU segera menyerahkan aset jalan nasional yang tidak terbiayai pemeliharaannya kepada pemerintah daerah. Ia mencontohkan, Kota Bandung yang memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp7,61 triliun. Angka itu sangat mampu menangani kerusakan jalan tersebut.
Terlebih, sebagian beban jalan kota milik Pemkot Bandung saat ini sudah diambil alih pengelolaannya oleh Pemprov Jawa Barat. “Jadi saya harapkan jalan yang rusak yang tidak terbiayai serahin ke daerah. APBD Kota Bandung kan Rp7,61 triliun, itu sangat bisa untuk menangani. Provinsi juga sudah mengambil alih pengolahan sebagian jalan kota,” ujarnya.
Dedi menilai, opsi itu menjadi solusi penanganan lubang jalan yang mengancam nyawa pengendara dapat segera dieksekusi. Sehingga, ke depannya tidak ada lagi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa akibat jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota yang rusak.
Baca Juga: Cekcok Sepele Berujung Nyawa, Warga Bandung Barat Tewas Dihajar Pengendara Motor
Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi kecelakaan pengemudi ojol sampai tewas di Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur ini sedang diperbaiki oleh sejumlah petugas. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

2 hours ago
5

















































