Tolak Kenaikan BBM hingga Pertanyakan Perda Lingkungan Hidup, Mahasiswa Tasikmalaya Geruduk Kantor DPRD

6 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Gelombang kekecewaan publik terhadap kinerja Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Tasikmalaya kembali memuncak. Pada Kamis (18/6/2026), puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggedor gerbang kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Mereka membawa rapor merah atas melambungnya harga BBM nonsubsidi (Pertamax) serta mandeknya penyelesaian berbagai polemik lokal yang dibiarkan mengendap tanpa solusi nyata.

Baca juga: Kebijakan Pengetatan Pengendalian Anggaran Daerah Khawatir Ganggu Pembangunan TPA Ciangir Kota Tasikmalaya

​Aksi yang awalnya damai sempat memanas hingga terjadi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan. Kekecewaan massa memuncak saat mereka membakar ban bekas di depan gedung wakil rakyat tersebut.

Perda Lingkungan Hidup Dipertanyakan

​Koordinator lapangan aksi, Farid, menegaskan bahwa meroketnya harga BBM tahun ini sangat drastis dan mencekik ekonomi warga. Ironisnya, di tengah dilema ekonomi nasional, Pemkab dan DPRD Tasikmalaya justru dinilai mandul dalam menyelesaikan pekerjaan rumah di daerah sendiri.

​”Bukan hanya bicara kenaikan BBM non-subsidi, tapi kami menagih komitmen terkait Perda Lingkungan Hidup dan regulasi fiber optik yang sampai saat ini tidak ada kejelasan dan progres dari DPRD,” kritik Farid tajam di sela-sela aksi.

​Farid menambahkan, isu lingkungan dan semrawutnya kabel fiber optik masuk dalam 7 tuntutan utama. Mahasiswa mendesak DPRD bersikap tegas menolak kenaikan BBM serta segera mengesahkan regulasi lokal yang berpihak pada rakyat, bukan justru terkesan bermain mata dengan investor.

Baca juga: TPA Nangkaleah Tasikmalaya Kena Sanksi, Anggaran Terbatas Hambat Pembenahan

​Kemudian, dalam aksi ini mereka hanya ditemui oleh Wakil Ketua Komisi 2 dari Fraksi PDI-P, Aef Syaripudin dan Nina. Aef berdalih. Mereka menyampaikan sangat memahami aspirasi mahasiswa dan berjanji akan meneruskannya ke pusat. Bahkan, Aef sempat menjanjikan bahwa Ketua DPRD akan segera datang untuk berdialog usai menyelesaikan agenda di luar.

​Namun setelah puluhan menit menunggu dan Ketua DPRD tak kunjung datang, massa aksi pun langsung meluapkan amarahnya dengan menyegel kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Mahasiswa menilai dialog tanpa kehadiran ketua DPRD seolah-olah seperti sandiwara yang tidak menghasilkan keputusan yang jelas. (Rafi/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |