Pemadaman Listrik di Kota Banjar Dikeluhkan Pelaku Usaha

3 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kota Banjar, Jawa Barat, dikeluhkan oleh pelaku usaha kecil. Terbaru, pemadaman listrik kembali terjadi Jumat (19/6/2026) di sebagian wilayah Kota Banjar yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga 16.30 WIB.

Koordinator Daerah UMKM Naik Kelas Kota Banjar Eka Ersetya Kinding menyayangkan pemadaman listrik yang kerap terjadi akhir-akhir ini.

Pemadaman listrik tersebut menurutnya cukup berdampak terhadap operasional para pelaku usaha utamanya pelaku UMKM kuliner yang selama ini mengandalkan aliran listrik.

Misalnya, sektor usaha pengolahan daging yang membutuhkan mesin pendingin. Kemudian juga sektor usaha yang lain seperti sektor jasa pembuatan video dan produksi manufaktur mikro.

Baca Juga: Rumah Kontrakan Kebakaran di Kota Banjar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

“Ada keluhan karena beberapa pelaku usaha tidak dapat berjualan secara optimal. Khususnya mereka yang menggunakan bahan baku daging dan mengandalkan pasokan listrik,” ujar Eka.

Dampak pemadaman listrik itu juga membuat pelaku UMKM harus merogoh kocek untuk dapat membuat daging tetap fress dan dapat diolah kembali. Pelaku usaha harus menambahkan biaya produksi 2-10 persen dari sebelumnya dan tentu akan mengurangi margin keuntungan yang biasanya mereka dapatkan meski tidak signifikan.

“Pemadaman listrik tidak hanya diperlukan pemberian informasi yang jelas. Namun juga penanganan yang cepat karena hampir semua pelaku UMKM belum siap dalam pengadaan mesin genset,” ujarnya.

Baca Juga: Aliran Listrik di Ciamis Sering Padam Gegara Tali Kawat Layangan

Kata PLN Soal Pemadaman Listrik yang Dikeluhkan Pelaku Usaha

Manajer PLN ULP Banjar, Fajar meminta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi akibat adanya pemadaman listrik tersebut dan saat ini tengah dilakukan penanganan agar listrik dapat digunakan kembali seperti biasa.

Pemadamanan listrik tersebut terjadi karena masih belum optimalnya beberapa pembangkit yang operasionalnya terkendala.

“Kami sampaikan mohon maaf karena suatu kondisi yang tidak kita inginkan ini terjadi. Semoga semuanya bisa kembali normal sehingga listrik dapat digunakan kembali seperti biasa tanpa takut terkena pemadaman,” ujarnya.

Baca Juga: Awas! Garut Sedang Musim Hubungan Arus Pendek Listrik, Satu Rumah Kembali Terbakar

Atas kondisi tersebut pihaknya harus melancarkan dan mensukseskan manajemen beban agar listrik bisa tetap digunakan dan terhindar dari pemadaman saat malam hari.

Dengan manajemen beban tersebut, pihaknya menjaga pembangkit tetap beroperasi secara normal terbatas. Tujuannya agar tidak sampai mengalami blackout yang dapat menyebabkan pemadaman secara total dan penormalannya membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Manajemen beban ini juga tidak hanya dijalankan di Kota Banjar tetapi juga dilaksanakan secara merata di kota-kota dan wilayah yang lainnya,” katanya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pusat Pengatur Beban untuk menentukan wilayah mana saja yang mencukupi untuk dikurangi bebannya secara terbatas.

Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan frekuensi pemadaman pada setiap wilayah sesuai dengan kebutuhan beban yang fluktuatif.

Termasuk berkoordinasi dengan sekolah-sekolah yang menyelenggarakan OSN sehingga bisa tetap berjalan dengan baik tidak terkena pengurangan beban.

“Adapun untuk kompensasi akibat pemadaman yang terjadi kami menunggu arahan dari pemerintah pusat. Apabila sudah ada informasi lebih lanjut segera kami informasikan,” tandasnya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |