Pemain PSBS Biak Selebrasi Minta Gaji, Bongkar Masalah Finansial Klub, Benarkah?

1 hour ago 7

‎harapanrakyat.com,- ‎Pemain sepak bola PSBS Biak melakukan selebrasi unik saat menjebol gawang Arema FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (15/5/2026). Gestur menggesekkan jari yang identik dengan simbol uang dianggap sebagai kode meminta gaji.

Baca juga: Mauricio Souza Ungkap Rencana Pemain Bertahan dan Pergi dari Skuad Macan Kemayoran

‎‎Aksi tersebut dilakukan oleh Mohcine Hassan, Pablo Andrade, dan Luquinhas pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Publik menilai selebrasi itu sebagai sindiran terhadap manajemen klub yang belum membayar gaji pemain.

‎‎Skuad PSBS dikabarkan belum menerima bayaran selama empat bulan terakhir. Kondisi ini bahkan sempat membuat pemain berniat mogok bertanding sebelum adanya dana talangan.

‎‎Meski akhirnya tetap bermain hingga akhir musim, keresahan pemain tetap terlihat jelas. Selebrasi itu menjadi cara mereka menyampaikan pesan tanpa kata-kata.

‎‎Luquinhas Tegaskan Selebrasi Bukan untuk Merendahkan Pihak Klub

‎‎Winger PSBS asal Brasil, Luquinhas, menjelaskan bahwa selebrasi tersebut lahir dari luapan emosi. Ia menegaskan bahwa para pemain tetap profesional meski menghadapi situasi sulit.

‎‎“Gestur itu menyimpan emosional. Kami selalu memberikan yang terbaik untuk tim, berlatih keras dan berjuang setiap hari,”ungkap Luquinhas, Sabtu (16/5/2026).

‎‎Menurutnya, pesan itu tidak dimaksudkan untuk menyerang manajemen. “Kami tidak memojokkan manajemen. Niat saya hanya menyampaikan perasaan semua pemain dan staf saat ini,” tambahnya.

Baca juga: Persija Jakarta Berpeluang Jadi Wakil Indonesia di ASEAN Club Championship

‎‎Luquinhas juga menekankan bahwa pemain memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarga. “Selain suka dengan sepak bola. Kita juga sama memiliki keluarga untuk diperjuangkan,” katanya.

‎‎Ia berharap manajemen segera menyelesaikan tunggakan gaji. “Pemain mana pun hanya ingin mendapatkan haknya,” tegas mantan pemain Amazonas tersebut.

‎‎Selain masalah finansial, PSBS juga menghadapi krisis performa. Kekalahan 2-5 dari Arema FC membuat mereka semakin terbenam di dasar klasemen.

‎‎Dari 33 laga, PSBS hanya meraih empat kemenangan dan enam hasil imbang. Sisanya berakhir dengan kekalahan yang membuat mereka harus rela turun kasta musim depan.

‎‎Statistik buruk itu menjadikan PSBS sebagai salah satu tim dengan performa terlemah musim ini. Situasi finansial dan hasil di lapangan membuat kondisi klub semakin pelik.

‎‎Isu tunggakan gaji PSBS Biak menegaskan pentingnya profesionalisme manajemen klub Liga 1. Selebrasi meminta gaji menjadi simbol keresahan pemain, sekaligus alarm agar tata kelola tim lebih baik. (Revi/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |