Ratusan Massa Serang Pondok Pesantren di Garut Terkait Isu Kekerasan Seksual

10 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Salah satu pondok pesantren di Garut, Jawa Barat, diserang ratusan massa pada Sabtu (16/5/2026) malam. Pemicu penyerangan setelah adanya kabar yang beredar di masyarakat bahwa oknum guru ngaji atau ustadz di tempat tersebut diduga telah melakukan kekerasan seksual kepada santri perempuan.

Salah satu onkun guru ngaji berinisial A di pondok pesantren yang ada di Kampung Samarang Boboko, Desa Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut itu menjadi bulan-bulanan warga. Massa yang ngamuk itu berang setelah mendengar terduga pelaku berada di lokasi.

Baca Juga: Ratusan Santri ‘Kepung’ Polres Ciamis, Ultimatum 2×24 Jam: Tangkap Pelaku Teror Mobil Kyai!

Sebelum polisi tiba, massa sudah merangsek masuk ke dalam salah satu kediaman guru ngaji. Tak berselang lama, petugas dari Polsek Samarang berupaya meredakan suasana.

Ratusan Massa Serang Pondok Pesantren di Garut, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Untuk menghindari amukan warga yang semakin banyak, ustadz yang dituduh melakukan kekerasan seksual langsung dievakuasi ke mobil polisi. Namun di perjalanan, massa yang jumlahnya banyak berkali-kali menghujani bogem mentah kepada ustad tersebut.

Baca Juga: Oknum Guru Ngaji yang Diduga Garap 5 Santriwati di Tasikmalaya Bukan Bagian Ponpes

“Menerima informasi dari anggota siaga, bahwa di Kampung Bobobo ada dugaan pesantren yang rumahnya didatangi warga dengan tuduhan pelecehan seksual,” kata AKP Hilman, Kapolsek Samarang, Sabtu (16/5/2026).

Aparat gabungan hingga saat ini masih berjaga di kediaman yang bersangkutan. Tujuannya untuk menghindari perusakan atau hal yang tak diinginkan. Sementara untuk terduga yang dituduh melakukan pelecehan seksual kepada santri telah diamankan ke Mapolres Garut.

Baca Juga: Oknum Guru Ngaji di Garut Nyaris Diamuk Massa, Diduga Cabuli Murid hingga 10 Kali

“Yang terduga itu sudah kami amankan ke Polres Garut. Untuk rumahnya sampai saat ini masih kita amankan supaya tidak ada perusakan. Untuk santrinya sudah dipulangkan kepada orang tuanya. Jadi ada santri pria 7 orang dan 4 orang santri perempuan,” tambahnya.

Kasus ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Garut. Massa yang tadinya banyak berkerumun di lokasi, saat ini sudah membubarkan diri dari pondok pesantren tersebut. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |