Galaksi purba MXDFz4.4 tertangkap teleskop Hubble. Teleskop luar angkasa milik NASA tersebut menangkapnya di lokasi yang sangat jauh. Bahkan ilmuwan sebelumnya menduga bahwa tempat tersebut sangat sulit untuk ditemukan ataupun diamati dari planet Bumi.
Baca Juga: Fosil Fragmen Tonjolan Galaksi Purba Terzan 5 Jadi Bukti Evolusi Bima Sakti
Karena temuan tersebut, ilmuwan sangat terkejut sekaligus semangat dalam menelitinya. Hal ini karena temuan Hubble tersebut jadi sejarah baru dalam dunia astronomi. Berikut ulasan selengkapnya.
Galaksi Purba MXDFz4.4 Ditemukan
Saat teleskop Hubble menemukan galaksi ini, ternyata tengah melakukan proses yang unik. Hal ini karena galaksi tersebut mengusir kabut kosmik. Kabut tersebut berupa gas hidrogen netral yang sebelumnya pernah ada di alam semesta saat awal pembentukannya.
Karena penemuan tersebut, ilmuwan jadi berpikir keras dan menilik dugaan sebelumnya. Hal ini karena ilmuwan memiliki pandangan yang berbeda mengenai karakteristik luar angkasa di era awal tersebut. Astronom sebelumnya meyakini bahwa kabut gas hidrogen yang netral bersifat sangat pekat.
Gas hidrogen netral memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap radiasi ultraviolet. Karena hal itu, keberadaan gas tersebut bisa memblokir pandangan teleskop sekaligus membuat objek yang ada di baliknya tak terlihat lagi. Akan tetapi, berbeda saat teleskop Hubble berhasil menemukannya.
Teleskop yang satu ini bisa mendeteksi adanya pancaran sinar ultraviolet dari galaksi purba tersebut. Hal ini tentu hanya dapat terjadi apabila gas hidrogennya telah mengalami ionisasi. Oleh karena itu, gas tersebut terurai jadi transparan. Temuan galaksi purba MXDFz4.4 sendiri sudah terpublikasi pada Astrophysical Journal tanggal 23 Juni 2026.
Asal Galaksi MXDFz4.4
Terkait temuan ini, ilmuwan sangat penasaran dengan asal-muasal galaksinya. Ternyata galaksi kuno ini asalnya dari akhir era Reionisasi. Era tersebut adalah masa saat alam semesta mulai jadi lebih bening untuk cahaya. Sekitar satu miliar tahun yang pertama sesudah ledakan Big Bang, ternyata ruang antargalaksi masih penuh dengan gas hidrogen netral sebagaimana uraian tadi.
Proses perubahannya kemungkinan besar terjadi secara bertahap. Perkiraannya berlangsung selama ratusan juta tahun. Hal ini sebagaimana penjelasan dari penulis utama penelitian bernama Ilias Goovaerts.
Karakter Galaksi MXDFz4.4
Pembahasan yang tidak kalah menarik lainnya ialah karakter galaksi. Ilmuwan memang bisa berhasil mengungkap bagaimana karakter galaksi saat menangkap cahayanya. Cahaya ini sendiri terpancar lebih dari 12 miliar tahun yang lalu.
Saat perjalanan ke planet Bumi, terjadi pemuaian alam semesta. Proses pemuaian ini membuat panjang gelombang bergeser dari awalnya ultraviolet jadi cahaya. Tampak momen tersebut terkenal dengan istilah pergeseran merah.
Baca Juga: Penemuan Galaksi Kuno LAP1-B, Mengungkap Masa Lalu Alam Semesta
Penggemar astronomi juga perlu mengetahui tentang ukuran galaksi purba MXDFz4.4. Apabila kita bandingkan dengan galaksi Bima Sakti, luasnya berkisar 100 kali lebih kecil. Akan tetapi, galaksi tersebut mampu membentuk bintang sampai 10 kali lipat lebih cepat.
Memiliki Deteksi Foton Pengion
Galaksi ini sangatlah unik sebab berbeda dengan galaksi-galaksi purba lainnya. Selama ini astronom sudah menemukan banyak galaksi di periode yang sama. Akan tetapi, astronom belum pernah menemukan galaksi dengan foton pengion. Foton pengion itu sendiri ialah partikel cahaya yang memiliki energi tinggi.
Namun berbeda dengan galaksi ini sebab memiliki foton pengion. Hal inilah yang membuat astronom menyebut temuan kali ini sangatlah penting. Menurut pengamatan teleskop Hubble, cahayanya datang dari gugusan bintang muda yang memiliki massa besar dan baru terbentuk sekitar jutaan tahun sebelumnya.
Kombinasi Teleskop Hubble dan James Webb
Ilmuwan bisa mengungkap berbagai hal menarik tentang galaksi purba MXDFz4.4 berkat kolaborasi teleskop Hubble dan James Webb. Tentu saja hal tersebut juga didukung oleh kecerdasan tim ilmuwan yang menelitinya. Lewat analisis mendalam, astronom bisa mengungkap data bahwa bintang-bintang yang ada di dalam gugusan galaksinya tak terbentuk sekaligus.
Bintang-bintang tersebut rupanya lahir di dalam beberapa gelombang ledakan. Tiap gelombang kelahiran bintang masif yang umurnya masih muda inilah pemicu munculnya radiasi ultraviolet dengan energi tinggi dan jumlahnya besar. Pada akhirnya, hal tersebut menyapu bersih ruang yang ada di dalam maupun sekitar galaksinya. Galaksi ini pun kehilangan kepungan kabut gas.
Baca Juga: Penemuan Galaksi Kuno Loki, Tempat Kumpulan Bintang Pembentuk Bimasakti
Penemuan galaksi purba MXDFz4.4 memang termasuk penelitian yang mencuri perhatian di dunia astronomi. Hal ini karena galaksi purba bernama MXDFz4.4 sempat disebut mustahil untuk ditemukan. Karena temuan ini pun, ilmuwan juga bisa lebih mudah untuk menjelaskan mengenai kabut alam semesta. (R10/HR-Online)

5 hours ago
8

















































