harapanrakyat.com,- Suasana kolong Jalan Layang Pasupati atau Mochtar Kusumaatmadja malam itu tidak seperti biasanya. Deru mesin kendaraan yang melintas di atasnya seolah tenggelam oleh gemuruh suara manusia yang memenuhi undakan beton berbentuk amfiteater di Taman Film, Kota Bandung, Sabtu 13 Juni 2026.
Di bawah pendar layar raksasa, ratusan warga larut dalam atmosfer magis turnamen sepak bola terakbar sejagat, Piala Dunia 2026. Riuh rendah itu adalah bagian dari Pesta Bola Gembira, sebuah rangkaian program nonton bareng (nobar) resmi yang diinisiasi oleh TVRI.
Baca juga: Baru Sehari Piala Dunia 2026 Berjalan, Kapten Timnas Jepang Mundur dari Piala Dunia 2026!
Namun, malam itu Taman Film tidak sekadar menyuguhkan visual 22 pria yang memperebutkan si kulit bundar di lapangan hijau. Lebih dari itu, ruang publik ini disulap menjadi festival rakyat yang mengawinkan gairah olahraga dengan denyut ekonomi lokal.
Sejak sore hari, sudut-sudut Taman Film sudah dipadati pengunjung. Di satu sisi, jemari anak-anak muda tampak lincah bergerak di atas layar gawai, bertarung dalam turnamen e-sport.
Di sudut lain, alunan musik dari band lokal menjadi latar suara bagi para pengunjung yang sibuk mengantre di deretan stan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Aroma kopi lokal dan kepul asap camilan bakar menyeruak, beradu dengan antusiasme yang kian memuncak menjelang kick off.
“Kami sengaja membuat kegiatan ini untuk memeriahkan ajang Piala Dunia 2026, terutama di Kota Bandung” kata perwakilan panitia penyelenggara, Fadhlurrohman Thoriq.
Lebih dari Sekadar Nobar, Tapi Napas Ekonomi untuk UMKM Lokal
Thoriq menuturkan, Pesta Bola Gembira sengaja dirancang dengan konsep multitarget. Selain memberikan hiburan gratis bagi warga perkotaan, acara ini memikul misi penting.
Misi itu yakni, memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi hilir bagi para pelaku industri kreatif dan kuliner lokal. Melalui integrasi penempatan stan di area nobar, penonton bola secara otomatis dikonversi menjadi konsumen potensial bagi produk-produk UMKM Bandung.
Baca juga: Lionel Messi Calon Top Skorer Piala Dunia 2026, Bikin Negara Lain Ketar-ketir
“Kami harap kegiatan ini tidak hanya menghibur masyarakat yang hadir, tetapi juga menjadi panggung promosi efektif bagi UMKM lokal, sekaligus memperluas akses warga di berbagai sudut daerah untuk merasakan langsung kemeriahan pesta sepak bola terbesar di dunia,” tuturnya.
Sinergi antara hiburan massa dan pemberdayaan ekonomi ini langsung dirasakan dampaknya oleh komunitas lokal sekitar Tamansari. Kehadiran acara skala regional di ruang terbuka hijau ini dinilai mampu menghidupkan kembali fungsi Taman Film sebagai ruang interaksi sosial yang produktif dan aman.
Dukungan Warga dan Harapan Keberlanjutan Ruang Publik
Apresiasi mendalam datang dari struktur pengurus lingkungan setempat. Ketua RW 11 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Rudi, menyatakan bahwa warganya sangat beruntung wilayahnya dipilih menjadi titik episentrum kemeriahan Piala Dunia oleh stasiun televisi nasional.
“Antusiasme masyarakat di sini terhadap sepak bola memang sangat tinggi. Jadi ya terimakasih sudah menghadirkan program Pesta Bola Gembira di Taman Film. Kami sangat mendukung penuh dan berharap kegiatan komunal seperti ini bisa terus dirutinkan, tidak hanya momentum piala dunia saja,” kata.
Baca juga: Buka Piala Dunia 2026, Meksiko Start Mulus Kalahkan Afrika Selatan
Malam semakin larut di bawah kolong jembatan ikonik Kota Kembang. Namun, pendar layar TVRI dan kehangatan interaksi antarwarga justru semakin membuktikan bahwa sepak bola selalu punya cara tersendiri untuk menyatukan manusia, menggerakkan roda ekonomi, dan menghidupkan ruang publik kota. (Reza/R6/HR-Online)

13 hours ago
6

















































